Yovita Mercya, S.Si., Apt

Adik saya adalah sahabat baik saya. Seorang apoteker yang pintar dan pengajar yang berbakat. Kami memiliki banyak pengalaman luar biasa sejak kecil. Berkali-kali mama saya sering mengatakan, yang beliau kagumi dari kami berdua adalah mengenai sifat “berbagi”. Saya dan adik saya selalu berbagi apapun. Jika di sekolah adik saya ada teman yang berulang tahun dan berbagi bingkisan snack. Adik saya tidak akan membuka bingkisan tersebut sebelum tiba di rumah. Di rumah, adik saya akan menunggu saya dan membagi dua sama rata bingkisan yang dia dapatkan. Begitu juga saya jika mendapat bingkisan atau sesuatu di luar. Kami selalu berbagi.

Saya sangat menyayangi adik saya dan saya sering mengatakan, jika ada orang yang akan saya bela mati-matian, maka itu adalah adik saya. Saat kecil saya selalu berpikir bahwa adik saya pastilah anak paling cantik dan lucu sedunia, dan bagi saya, dia memang selalu menjadi yang gadis tercantik sedunia.

Kami sering sekali bertengkar saat kecil, karenanya kami sering dihukum oleh mama. Seringkali kami berdua dihukum dalam kamar (yang mana tidak sering mama lakukan, karena begitu masuk kamar yang sama kami akan segera berbaikan dan membuat huru-hara cekikikan sehingga tidak tidur siang), atau dihukum di tempat terpisah, atau hanya saya saja yang dihukum, mungkin karena saya melawan atau karena saya anak paling besar dan seringkali tidak mau mengalah. Saya masih ingat satu kali saya dihukum mama di dalam kamar karena kesalahan saya (sekali lagi, mama tidak pernah mengunci kamar), Yovi di luar menangis dan memohon sama mama agar saya diampuni, “udah atuh ma, maapin Greis atuh ma”.

Yovi adalah seorang anak yang rajin. Dia bisa menghabiskan berjam-jam untuk belajar. Belajar farmasi menurut saya adalah seperti hukuman seumur hidup, dan saya rasa saya tidak akan sanggup menjalaninya. Tapi adik saya sanggup, dan dia berhasil lulus dengan nilai baik dan menjadi apoteker dengan sangat baik juga.

Yovi juga adalah seorang anak yang mandiri. Walaupun anak bungsu, tapi dia bisa melakukan segala hal seorang diri. Saat kami sekeluarga pergi ke Bali, Yovi yang mengurus semuanya. Begitu juga saat sekeluarga (kecuali saya) pergi ke saingapura – thailand, menurut mama saya, Yovi yang mengatur semuanya. Dia memang anak hebat.

Sejak kecil, Yovi itu anak yang ceria. Dia bisa berteman dengan siapa saja. Saya ingat saat kecil dia tidak sabar untuk segera sekolah. Saat saya akan naik kelas, mama mengatakan kalau nanti buku-buku saya bisa buat Yovi. Yovi, saat itu sekitar usia 3 tahun, senang sekali karena akhirnya dia akan sekolah, dia ambil salah satu buku saya dan mencucinya dengan air, “asik buat Yovi, dicuci dulu ya biar bersih”.

Begitu banyak cerita saya dan adik saya karena kami adalah teman baik. Banyak orang mengatakan “kakak-adik yang aneh“, kami memang aneh mungkin, karena tidak ada kakak-adik seakrab kami sebagai teman baik.

Tanggal 10-11-12 kemarin adik saya menikah. Dia terlihat begitu cantik saat berjalan di gereja didampingi papa. Saya sadar bahwa beberapa hal akan berubah. Tapi bagaimana pun hidup ini terus berubah, bukan? Bagi saya, Yovi tetap adik kecil saya yang cantik dan akan saya jaga.

My younger sister is my best friend. A smart pharmacist and talented teachers. We have many incredible experiences since childhood. Many times my mother used to say, that he admired both of us because our nature of “sharing”. My sister and I always share anything. In the school, if we got a snack or parcel   birthday friend, we will not open the parcel beforewe arrived at home. At home, my sister and I would wait each other and equally split gifts we got.

I really love my sister and I often say, if there are a person who I will defend it vigorously, then it will be my sister. As a child I always thought that my  sistermust be the most beautiful and cute child on the universe, and to me, she is always the prettiest girl on earth.

We often fight as a child, so we were often punished by mom. Often we were both convicted in the room (which is often mama did not, because as soon as we get in the same room, we will soon make up and make melee giggling so we don’t took a nap), or convicted in a separate place, or just me being punished, perhaps because I fight back my mom or maybe because i am the older one. I remember one time my mom put me in the room for my mistakes (again, mama never locked room), Yovi was out and crying, begged to Mom so i could be forgiven, “please ma, forgive her”

Yovi was a diligent child. He can spend hours to learn. Studying pharmacy in my opinion is like a life sentence, and I think I will not be able to bear it. But my sister can, and shegraduate with a good degree and become a pharmacist with excellent as well.

Yovi is  also an independent child. Although she is the youngest, she can do everything by herself. When our family went to Bali, Yovi take care of everything. Also when the whole family (except me) went to singaore – thailand, according to my mom, yovi arranged everything . She is great.

Since childhood, Yovi was a cheerful child. She could make friends with anyone. I remember as a child she could not wait for school soon. One day, mama told her that later Yovi can use my books. Yovi, about 3 years old that time, was overjoyed thats he finally going to school, she took one of my books and wash it under water, “it is for me, i’ll wash it to make itclean”.

So many stories about my sister and I because we are good friends. Many people say “weird sisters”. Maybe we’re weird, because there is no sibling like us, so close to each other.

in 10-11-12 my sister got married. She looked so pretty when walked in the church accompanied by papa. I realize that some things will change. But somehow life is constantly changing, isn’t it? For me, Yovi still my beautiful little sister.