Nama saya Yoanna Greissia, Anda bisa memanggil saya Greis seperti keluarga dan teman dekat saya, atau Yoanna seperti teman-teman sekolah saya dulu. Bagaimana pun Anda memanggil, saya tetap akan menoleh ketika mendengar bagian nama saya disebut 🙂

Saya lahir pada tanggal 23 Februari 1982 dan sampai sekarang tidak menyadari bahwa waktu berlalu dengan begitu cepat dan saya bukan lagi remaja, apalagi gadis kecil…

Saya menulis sejak tahun 2009, terpancing karena melihat banyaknya hal-hal ironis dalam kehidupan. Saya seorang yang tidak bisa diam ketika melihat sesuatu tidak pada tempatnya. Namun beberapa orang menyarankan agar saya tidak terlalu banyak bicara, apalagi jika itu menyangkut otoritas dan orang-orang hebat. Karena itu akhirnya saya memutuskan untuk menuangkan setiap tulisan saya yang berbentuk naratif dan puisi realis ke dalam blog saya (www.greissia.com).

Orangtua dan teman-teman saya mengatakan bahwa saya adalah seorang yang keras kepala. Mungkin mereka benar, namun saya sering berkilah… ada perbedaan tipis antara memiliki prinsip dan keras kepala… saya tidak tahu apakah sanggahan saya ini juga termasuk ke dalam “keras kepala” hehe…

Keberuntungan saya dimulai sejak lahir, karena memiliki dua orangtua yang luar biasa, Papa yang sabar dan Mama yang hebat… dilanjutkan dengan memiliki seorang adik yang cantik. Anda dapat membaca mengenai mereka di sini.

Jika Anda ingin mendapatkan gambaran singkat mengenai saya, maka saya hanya bisa berkata bahwa saya seorang Dominan (Kolerik) dengan sedikit Cermat (Melankolik), sebuah perpaduan yang terdengar membosankan, ya? Anda tidak percaya? Anda bisa lebih mengenal saya melalui tulisan tulisan saya di blog ini, blog yang saya khususkan untuk pendapat dan pandangan saya mengenai kehidupan sehari-hari yang saya rasakan, lihat dan dengar.

Latar belakang pendidikan? Saya menjalani masa-masa SD yang penuh kombinasi emosi di SDK Nafiri Sion yang mau menerima anak 5 tahun dengan tulisan jelek di kelas 1 SD, namun menghukum siswa-siswinya dengan kelewatan. Hal ini mungkin yang membuat saya memiliki perasaan fobia terhadap guru…hehe, terdengar berlebihan, tapi ini benar… Sampai SMA saya memiliki ketakutan pada guru, dan saya menyelesaikan ketakutan ini dengan menjadi guru pada tahun 2007-2009.

Saya melanjutkan SMP dan SMA di Bina Bakti yang saya cintai sampai sekarang. Di SMA Bina Bakti ini pula saya mengajar, menemukan bahwa ternyata guru juga manusia dan memutuskan untuk berhenti mengajar pada tahun 2009. Sejak itu saya mendirikan Menara Character Building dan menjadi pembicara dan trainer untuk guru-guru (well, mudah-mudahan ini berarti saya sudah menyelesaikan fobia saya).

Saya melanjutkan S1 di Teknik Industri karena ditolak oleh Jurusan Arsitektur. Namun sekarang saya melihat itu sebagai keberuntungan. Teknik Industri mengajar saya untuk mendahulukan efisiensi dan efektivitas dalam seluruh aspek kehidupan… agak berlebihan, tapi saya menyukainya.

Setelah hari-hari yang membosankan bekerja di Jakarta setelah lulus S1, saya memberanikan diri mengajukan beasiswa S2 dari STMB Telkom dan mendapatkannya.

Oya, saya juga seorang penulis lagu anak-anak. Anda bisa mendownload lagu-lagu saya di http://www.kuistimewa.com untuk Anda atau anak-anak Anda.

Oke, cukup perkenalannya, seiring dengan membaca tulisan-tulisan saya di blog ini, Anda pasti akan lebih mengenal saya, cara berpikir dan keputusan-keputusan yang saya ambil…

Anda bisa menghubungi saya di page contact me atau email ke contact@greissia.com.