Supaya Kelihatan Menarik


Saya sudah mengatakan bahwa saya suka sekali membaca buku-buku Agatha Christie (Oya, saya baru saja mendownload sekitar 60 buku kriminal Agatha Christie. Jika ada yang mau, hubungi saya ya). Di salah satu bukunya, ada kalimat yang kurang lebih seperti berikut:

“Tentu tidak,” kata Poirot dengan murah hati. Dia merasa dirinya dalam keadaan nyaman yang berlebihan. “Dia berada dalam sebuah mobil yang boleh dikatakan kosong, sedang kedua gadis itu terengah-engah dan berpeluh-peluh dibebani ransel yang berat-berat dan tidak pula mempunyai kesadaran cara berpakaian supaya kelihatan menarik bagi laki-laki”

Sampai di kalimat itu, yang berada dalam halaman-halaman awal buku berjudul ‘Kubur Berkubah’, saya kemudian terhenti dan berpikir, “Apakah memang tujuan seorang wanita berpakaian kala itu (buku ini ditulis tahun 1956) adalah agar kelihatan menarik bagi laki-laki?” Mengingat lokasi penulisan adalah di Inggris. Apakah saat itu mereka berpikiran demikian?

Apakah sampai sekarang, tujuan para wanita menentukan cara berpakaiannya adalah agar terlihat menarik bagi laki-laki?

Dengan cara berpikir yang sama “apakah tujuan wanita menutup seluruh bagian tubuhnya adalah agar tidak ada pria yang tertarik?”

Setelah saya merenung singkat, saya berkesimpulan, setiap wanita memang ingin terlihat menarik bagi siapapun. Ketika seorang gadis memasuki usia remaja, hal terpenting bagi dirinya adalah ketika ada pria yang menganggapnya menarik. Makanya saya pernah berkata pada anak asuh saya, “masalah seorang remaja dimulai ketika ia merasa pendapat orang lain mengenai dirinya adalah hal yang sangat penting”.

Seorang wanita diciptakan indah, karenanya mereka ingin mendapatkan pujian atas keindahannya, seharusnya itu adalah hal yang wajar.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, ketika feminis bermunculan (saya tidak tahu apakah saya termasuk salah satu dari mereka), pendapat itu berubah menjadi “wanita berpakaian sesuai dengan pandangan mereka terhadap dirinya sendiri” dengan kata lain, “cara wanita berpakaian adalah urusannya sendiri, tidak ada urusan dengan orang lain”. Dengan kata lain lagi “wanita bebas berpakaian seperti apapun yang mengekspresikan dirinya”

Ketika tujuan wanita berpakaian adalah agar “terlihat menarik bagi laki-laki”, bukankah wanita akhirnya hanya menjadi obyek untuk dilihat?

Kurang lebih begitu cara berpikir wanita modern.

Dengan pola pikir yang sama sebenarnya wanita modern menempatkan dirinya sejajar dengan kaum pria… dalam arti, sama-sama tinggi (bukan sama-sama rendah, lho). Artinya, para wanita modern berpikiran bahwa para pria modern seharusnya memiliki kendali sehat atas pikirannya, tidak lagi seperti kucing yang mudah (maaf) ‘terangsang’ ketika melihat ikan asin di depannya. Atau tidak terlalu ‘usil’ hingga mengurusi cara berpakaian wanita (cukuplah menyimpan dalam hati saja pendapatmu, jangan biarkan orang berpikir kamu adalah orang yang kepo dan usil).

Betul, wanita memang mahluk yang diciptakan dengan indah… Namun saya rasa keindahannya bukan terbatas pada kemolekan tubuh, tapi kecerdasan, kemampuan mengendalikan diri, dan kebaikan hatinya.

Dan pria adalah mahluk yang diciptakan dengan kekuatan… bukan untuk menekan atau menindas, tapi kekuatan untuk bekerja keras, bersabar dan melindungi..

Lho, kok saya malah bicara melantur ini…

Advertisements