Pagi hari kedua dimulai dengan sarapan sehat di hotel, dengan RM 10 Anda bisa mendapatkan makanan utama (pilihan: nasi lemak, nasi ayam, macam2 toast, British breakfast), kopi/teh dan soya pudig dilanjutkan dengan city tour dengan menggunakan Bus HoHo.

Bus HoHo (singkatan dari Hop on Hop off) adalah layanan city tour yang mencakup sekitar 22 lokasi di pulau Penang, terdiri dari 2 rute, yaitu beach route dan city route.

Ongkos perjalanan dengan Bus Hoho lebih mahal daripada rapid bus. Single trip, yang artinya satu kali naik dan satu kali turun saja memakan biaya RM 10. Sedangkan 24 hrs trip (yang kami pilih), yang artinya satu kali bayar untuk 24 jam naik dan turun memakan biaya RM 48. Ada juga 48 hrs trip yang memakan biaya RM 79. Namun jika Anda masuk ke web penang dan mendownload kupon diskon, Anda akan mendapat potongan sebesar 15%.


Bus Hoho ini akan berhenti di setiap tanda seperti di atas sehingga kita bisa naik dan turun di tempat yang kita tuju. Tujuan kami sebenarnya adalah city tour, tapi kami salah naik bus, sehingga kami malah naik beach tour. Tapi tidak masalah, beach tour memiliki jalur yang lebih panjang dan banyak juga tempat yang menarik.
Dari sekian banyak tujuan, kami memilih TROPICAL SPICE sebagai tempat kami turun (no 17). Tropical  spice garden adalah hutan yang ditanami rempah-rempah. Biaya masuknya sekitar RM 27,6 dan ada diskon untuk senio (usia 60 tahun ke atas). Saat masuk kita akan diberi minyak sereh yang dioleskan ke tangan dan kaki agar tidak diserang serangga saat mengitari hutan, juga audio guide yang berisi seluruh informasi mengenai lokasi-lokasi yang ditandai.

Waktu untuk mengitari hutan ini sekitar 45 menit…namun terlepas dari banyak umbi-umbian dan herbal lainnya, hutan ini cukup indah juga untuk dimasuki…



Di salah satu pojokannya kita bahkan bisa menemukan pondok teh yang menyediakan teh jahe yang enak dan kita hanya tinggal mencuci gelas sendiri dari mata air dan menuangkan teh jahe yang selalu hangat itu.

Setelah puas mengitari hutan itu dan tidak membeli apa-apa di toko souvenir yang penuh, kami pun melanjutkan perjalanan dengan menunggu bus HoHo selanjutnya yang akan membawa kami ke pemberhentian berikut.

Pemberhentian berikutnya yang kami pilih adalah Batu Feringgi. Rupanya angin sedang baik sekali sehingga saya pun bisa mencoba paraseling yang sejak dulu saya inginkan namun tak pernah terwujud karena angin tak bersahabat. Paket yang saya pilih adalah 1 km dan memakan biaya RM 150, dan karena ini kali pertama, maka saya wajib ditemani satu orang instruktur.

Di pemberhentian bus saat kami akan melanjutkan perjalanan, kami bertemu dengan seorang ibu, mengenakan hijab yang berasal dari Jakarta. Setelah basa basi khas orang Indonesia, akhirnya tibalah kami di topik yang sedang hot…AHOK. 

Ibu ini berkata dengan menggebu-gebu (saya menyesal sekarang kenapa tidak merekamnya) bahwa dia mendukung Ahok. Bahwa Ahok tidak bersalah, kalaupun bersalah harus dimaafkan. Betapa bangga dia akan trans jakarta, kali-kali yang bersih, bus wisata dan banyak program Ahok. Gaya bicaranya seperti ibu-ibu lain yang direkam teman Ahok, membuat saya sadar bahwa apa yang direkam bukanlah rekayasa dan bahwa Ahok memang dicintai rakyatnya.

Dari Bukit Feringgi kami melanjutkan perjalanan ke National Park, untuk makan siang dan melihat-lihat sebentar. Waktu kami sekitar satu seperempat jam untuk makan dan melihat-lihat sebelum bus berikutnya datang (jika lebih lama, maka kami harus menunggu bus berikutnya 2o menit kemudian).


Hal yang menarik dari perjalanan beach route adalah ketepatan waktu dari Hoho bus. Mereka benar-benar bisa diandalkan dalam hal waktu, walau dikendarai manusia, namun mereka tidak meleset semenit pun dri jadwal yang tertulis di brosur. Hal kedua adalah, mereka tidak mengijinkan tamu untuk merokok di tempat-tempat itu, ada larangan tegas untuk itu (walau saya masih melihat beberapa penduduk lokal Malaysia yang merokok di temoat itu).

Dari situ kemudian kami kembali ke point 1 untuk melanjutkan perjalanan dengan city tour ke Bukit Bendera Penang Hill. Jika Anda mau ke tempat ini, datanglah saat hari terang agar bisa melihat kota Penang dari tempat dengan ketinggian 820 m dari permukaan laut.

Kami naik ke atas dengan menggunakan trem (dengan sebelumnya mengantri cukup panjang). Ongkos trem adalah 30 RM per orang u tuk jalur normal dan RM 60 untuk fastlane (tidak perlu antri, langsung masuk trem).


Tempat ini sangat disiplin. Mereka tidak mengijinkan siapapun duduk di rumput, apalagi pria dan wanita. Saya melihat sendiri seorang pria Arab dan pasangannya yang mengenakan burqa dimarahi manager restauran karena nekad mau duduk-duduk sambil berangkulan di rumput depan restauran (saya katakan nekad larena sebelumnya sudah diusir waiter tapi tidak juga beranjak dari tempat itu).

Kami sangat terkejut melihat antrian pulang yang begitu panjang. Kami pikir kalau kami menunggu hari gelap tentulah antrian akan semakin pendek. Ternyata kami salah, makin malam antrian makin panjang dan alhasil kami butuh waktu 1 jam untuk mengantri sebelum akhirnya naik trem pulang.

Saat turun dari trem, waktu menunjukkan pk. 20.20 dan sudah tidak ada lagi Hoho bus sehingga kami pulang ke hotel dengan taksi.

Cukup untuk hari yang begitu padat (kami semoat tidur siang beberapa menit sepanjang perjalanan dari National Park ke interchange… sungguh, kami mengantuk sekali). Sampai besok…

Advertisements