Setiap orang memilik bayangan tersendiri mengenai “tempat yang menyeramkan”, atau setidaknya tempat di mana kita tidak nyaman berada di dalamnya. Beberapa orang bahkan memiliki fobia berada di tempat-tempat tertentu.

Bagi saya, tempat yang paling menyeramkan adalah ruang ganti  wanita gym (masalahnya saya tidak tahu apakah ruang ganti pria juga menyeramkan atau tidak). Sejak dulu, yang membuat saya tidak nyaman berada di gym adalah karena saya harus melewati ruang ganti sebelum dan sesudah saya berolahraga (mudah-mudahan ini bukan alasan saya untuk tidak berolahraga).

Di awal tahun 2016, saya kembali mendaftar di salah satu gym di kota Bandung. Tempat gym yang dulu pernah saya tinggalkan karena satu dan lain hal. Saya bukan orang yang suka olahraga sehingga melepaskan diri dari keanggotaan gym bukan merupakan masalah besar.Tapi hasil checkup yang buruk karena kurangnya olahraga Dan berat badan yang meningkat drastis membuat saya terpaksa kembalu mendaftar. Tidak perlu resolusi untuk mendisiplinkan diri seminggu 3 Kali berhadapan dengan alat-alat berat itu.

Tapi  itu juga artinya saya harus kembali ke tempat yang menyeramkan itu… Ruang Ganti Wanita!!

Hal yang saya benci dari ruang ganti wanita adalah apa yang ada di dalamnya. Mulai dari wanita berusia akhir 20an dan awal 30an yang sibuk memamerkan gaya hidup dan persaingan ketat menunjukkan barang-barang mewah, lalu wanita berusia akhir 30an dan awal 40an yang sibuk dengan arisan, cara menghindari anak dan suami, dan cara-cara mempertahankan kecantikan yang hampir pudar. Ada juga wanita akhir 40 dan 50an awal yang kehilangan jati diri, cekikikan dengan make up tebal dan pembicaraan seputar kongkow-kongkow di cafe.

Bagi saya tempat ini menyeramkan… Sudah jelas saya tidak bisa melebur di dalamnya. Beberapa tahun lalu saya sempat mendapat kenalan seorang wanita di ruang ganti wanita. Baru saja beberapa kali pembicaraan ringan, kepala saya sudah pusing dibuatnya, dengan gaya wanita ber-IQ rendah dia memamerkan mobil “kamu ke sini naik apa? Aku mah mobil, tuh mercy aku yang putih diparkir di tempat parkir hotel. Hebat yah aku bisa dapet tempat parkir di situ”, memamerkan hape “Aku baru ganti hape nih, beli di okesop (dia memang melafalkannya begitu)… Blackberry porsche, 20 juta. Kau ta ga Syahrini juga pake yang gini”, hingga baju ” aku mah kalau baju buat ngegym harus merk bebe. Kamu tau kan merk bebe? Cuma ada di Singapur tau! Makanya aku mah sebulan sekali pasti ke Singapur beli bebe, sekali beli delapan” dan masih banyak lagi.

Siapapun yang mengenal saya pasti bisa membayangkan ekspresi saya yang tanpa ekspresi. Tidak ada ekspresi kagum atau muak, hanya ekspresi tanpa ekspresi. Karena itu dalan sekejap sepertinya dia enggan bicara dengan saya.

Saya benci dengan ruang ganti wanita gym di mana orang dibedakan berdasarkan apa yang dia miliki dan tidak miliki, di mana itu tidak termasuk isi kepala. Hanya seputar bagaimana memiliki suami kaya, bentuk badan ideal, anjing yang lucu, tas yang keren atau baju baru. Belum lagi mereka yang exhibisionis, berseliweran di ruang ganti hanya dengan pakaian dalam untuk waktu yang lama…. Entah perhatian siapa yang sedang mereka coba dapatkan.

Di ruang ganti ini Anda akan tahu bahwa yang namanya “nge-gym” bagi seorang wanita adalah 60 menit awal sibuk dengan smartphone, 30-60 menit berikutnya olahraga, 60 menit berikutnya mandi dan berdandan ditutup 30 menit sibuk dengan smartphone selanjutnya nongkrong di cafe paling singkat 60 menit.

Sambil saya menulis ini di ruang ganti wanita, ada seorang gadis yang berdandan, sibuk dengan smartphone, mondar mandir, mengeringkan rambut, sudah sekitar 30 menit hanya dengan pakaian dalam, mudah-mudahan dia tidak masuk angin…

Cukup membicarakan tempat yang paling menyeramkan untuk saya. Jika kebetulan Anda membaca tulisan ini, apa tempat yang paling menyeramkan untuk Anda? Apakah perpustakaan? Karena terus terang saja, itu salah satu tempat favorit saya.

Advertisements