Diam tanda kram otak


Hal yang paling menyebalkan dari profesi konsultan dan trainer adalah berhadapan dengan sekelompok orang yang pasif.

Dalam pekerjaan saya, yang dihadapi tidak hanya mereka yang berpendidikan tinggi, tapi kebanyakan karyawan operasional semacam pencuci piring atau cleaning service.

Saya suka dengan tim marketing yang spontan, mereka bahkan hampir selalu menjawab sebelum pertanyaan selesai ditanyakan. Namun sayangnya tidak semua perusahaan memiliki tim marketing.

Bayangkan perasaan kami ketika sudah membawakan dengan semangat dan menggunakan bahasa semudah mungkin, tapi trainee (peserta training) hanya melongo saat pertanyaan dilontarkan.

image

Dan konyolnya, seringkali penyebabnya bukan karena mereka tidak mengerti pertanyaannya, tapi karena mereka takut salah, takut malu, takut ditertawakan…

Lebih konyolnya lagi, ternyata ini tidak hanya dihadapi oleh konsultan atau trainer seperti saya, sebagian guru di sekolah menghadapinya.

Ada dua tipe orang yang lambat ketika menjawab

Saya akan menceritakan bagaimana tipe dan tahap-tahap ekspresi mereka. Tipe pertama mereka yang mendengar pertanyaan sambil bengong… Kemudian saat terjadi kekosongan suasana, mereka akan mengerutkan kening dan akting seolah-olah mereka berpikir, namun tidak ada jawaban keluar dari mulut mereka. Saat pertanyaan diulang kedua kalinya dengan lebih rinci dan jelas, mereka tetap mempertahankan ekspresi berpikir namun tak ada jawaban yang dihasilkan…. Seperti terkena kram otak mendadak.

Saya tidak paham juga, apakah mereka ini termasuk golongan lemot, sulit berpikir atau kurang konsentrasi. Pastinya bahan apapun yang diberikan pada mereka akhirnya adalah seperti benih yang jatuh di pinggiran jalan… Di mana mereka mengijinkan burung mematuknya.

image

Tipe kedua adalah mereka yang mendengar pertanyaan, kemudian mata mereka berbinar seolah mengetahui jawabannya, cengengesan dan komat kamit, namun tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Saat mereka ditunjuk untuk menjawab mereka tersipu-sipu malu dan menjawab dengan suara yang sangat pelan. Kemungkinan ketakutan mereka ada dua: mereka takut jika jawabannya salah, atau jika dianggap sok pintar oleh rekannya.

Ini iklim yang sangat tidak sehat bagi dunia pendidikan di Indonesia. Akibat dari guru yang tidak meningkatkan kecerdasan linguistik dan intrapersonal anak didik. Akibat dari tidak meratanya perhatian guru pada seluruh siswa. Akibat dari guru mengajar sekenanya saja, tidak peduli anak didik memahami atau tidak. Akibat dari guru yang marah ketika ditanya, atau mengolok-olok ketika anak didik salah menjawab pertanyaan.

Jika ada istilah yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, saya memiliki istilah yang pintar makin pintar, yang bodo makin goblok. Bukankah harusnya sekolah mencerdaskan anak? Jika anak didik memang bodoh atau ber-IQ rendah, bukankah setidaknya mereka diajar untuk berkomunikasi dengan baik, karena manusia toh diciptakan sebagai mahluk sosial.

Jadi, para guru,… Tahukah bahwa peranan Anda sangat berpengaruh pada mentalitas bangsa ini? Tahukah Anda bahwa sebuah jawaban sinis atau bentakan bisa berpengaruh pada hidup seorang manusia?

Jika Anda tahu, saya rasa Anda tak akan lagi menyepelekan tugas mengajar Anda.

Advertisements