Short Holiday day 2: Hari kemerdekaan dan memaknai kemerdekaan


Hari kedua diawali dengan terhalangnya kami kembali ke Walini karena arak-arakan warga yang merayakan Hari Kemerdekaan.

image

image

Saya cukup terharu melihat mereka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 70 dengan semangat, walau hati saya bertanya, benarkah mereka benar-benar mengerti arti kemerdekaan… Benarkah mereka benar-benar senang karenanya?

Arak-arakan ini cukup menggelikan… Berisi anak-anak muda yang memakai kostum khas Indonesia, mulai dari pakaian tentara, anak sekolah, gorila, banci berpakaian SMA, kuntilanak dan sundel bolong…. Ah, bahkan kostum setan yang dipakai pun khas Indonesia (untungnya saya tidak melihat pocong, mungkin akan lelah sekali jika pawai mengenakan pakaian pocong).

image

image

image

image

Arak-arakan ini membuat kami terhenti cukup lama dan membuat rencana hari itu mundur beberapa jam.

Setelah akhirnya arak-arakan selesai, kami menuju Walini untuk bergabung dengan keluarga saya yang lain. Kemudian menuju Kawah Putih untuk melengkapi liburan pendek ini.

Kawah Putih terletak di Gunung Patuha. Gunung Patuha berasal dari kata Pak Tua, karena merupakan salah satu gunung tertua yang ada di Jawa Barat.

Kawah Putih adalah tempat yang sangat indah untuk dilihat, namun sayangnya kita tak bisa terlalu lama melihatnya karena bau belerang yang cukup menyengat (walau saya sendiri tak mencium baunya).

image

image

image

Jawa Barat sebenarnya memiliki banyak tempat indah, namun sayang tidak dikelola dengan baik. Sehingga akhirnya hanya menjadi seadanya…

Kepulangan kami ke Bandung juga dihiasi dengan kemacetan dan pemandangan beberapa kampung yang merayakan hari Kemerdekaan.

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah lomba lari jarak jauh Soreang – Kopo sejauh 15 km yang diikuti cukup banyak peserta remaja pemuda. Peserta ini terus berlari sementara keluarga mereka menjadi penyemangat dengan motor dan mobil yang dikendarai pelan di samping mereka.

Ada yang membuat saya kagum… Peserta tidak berbuat curang dengan menaiki motor dan mobil keluarga mereka. Namun membuat saya kesal… Seharusnya tidak perlu ada anggota keluarga yang mengiringi dengan mobil dan motor, membuat macet saja.

Liburan kami pun akhirnya berakhir dengan kelelahan yang luar biasa. Sekarang saya harus tidur karena besok kegiatan sudah kembali normal… Gut nite dan Happy Independence Day, Indonesia!!

Advertisements