Holiday Day 1: Pemulihan Nama Baik, Ketinggian dan Mengirit Tenaga


Hari ini kami jadi berangkat ke Singapore. Kami sekeluarga dari Bandung dan Tante saya dari Surabaya. Kami berdua sama-sama menggunakan Air Asia. Tante saya dengan penerbangan yang sama dengan Air Asia yang hilang kemarin (Surabaya-Singapore).

Ada hal berbeda dengan dua penerbangan ini. Penerbangan Air Asia Bandung-Singapore penuh dengan penumpang, seolah tak terjadi apapun hari sebelumnya, dipenuhi oleh rombongan lansia yang akan pergi umroh.

Oya, ngomong-ngomong,… Saya selalu heran dengan agen-agen yang mengatur keberangkatan umroh atau TKI. Menurut saya seharusnya mereka diberi training cukup keras agar tidak menyulitkan orang lain selama di penerbangan.

Mereka tidak mau cepat maju atau masuk ke tempat duduk hingga menghambat kelancaran arus masuk penumpang, belum lagi mereka yang memutuskan untuk berbalik arah hanya ingin menyampaikan sesuatu pada temannya atau karena nomor duduk mereka terlewat.

Penerbangan saya pagi tadi merupakan penerbangan yang sangat sibuk, dengan beberapa bayi berteriak-teriak, seorang balita yang terlalu antusias dan banyak penumpang yang mondar mandir ke kamar kecil. Saya sampai bingung, apakah suasana liburan membuat orang selalu ingin buang air? Karena penerbangan saya ke Batam yang jaraknya tidak jauh berbeda, tidak dipenuhi dengan orang yang lalu lalang ke kamar kecil.

Namun intinya, penerbangan Bandung-Singapore pagi tadi berjalan dengan sangat lancar, seperti tak ada sesuatu terjadi pada hari sebelumnya. Walaupun awan cukup tebal namun setiap orang disibukkan dengan suasana liburan yang membahagiakan.

Ah, ada yang berbeda, setidaknya menurut pendapat saya. Pramugara dan pramugari terlihat lebih ramah dari sebelumnya. Seolah tidak rela prestasi selama ini dirusak oleh satu kejadian. Bagai susu sebelanga yang rusak oleh nila setitik.

Berbeda dengan penerbangan Bandung-Singapore, penerbangan Surabaya-Singapore terlihat berbeda. Menurut tante saya, banyak kursi-kursi yang dibiarkan kosong oleh penumpang yang membatalkan penerbangan mereka. Mungkin masih shock dengan kejadian sebelumnya. Saya katakan pada om saya, orang-orang yang berangkat hari ini, khususnya penerbangan pagi ke Singapore dari Surabaya masuk dalak golongan orang-orang beriman.

Lucunya, para penumpang Surabaya-Singapore seolah enggan membahas kejadian sehari sebelumnya. Mungkin mereka sengaja tidak mau mengingat kejadian itu untuk membantu menenangkan diri mereka.

Hari ini kami cukup banyak mengunjungi beberapa tempat di kota eh, negara ini. Maklumlah, kami hanya memiliki waktu satu hari di Singapore sebelum besok kami berangkat ke Hanoi.

Kami tiba dan langsung menuju ke hotel untuk menitipkan tas. Sedikit shock karena baru bisa check in jam 3 sore, namun sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada rencana kami karena toh kami memang akan meninggalkan hotel.

Dari hotel kami ke Bugis Street. Rombongan terbagi dua. Orang-orang tua menggunakan taxi berempat dan kami berdua, saya dan adik saya, menggunakan bus. Tidak banyak yang kami lakukan di Bugis Street… Hanya duduk dan membeli es potong (disamping Papa saya yang tiba-tiba saja tergerak membeli 15 lembar lap yang memiliki daya serap baik).

Dari situ kami ke Garden by the bay. Sebuah taman yang ada si samping Marina Bay hotel, sebuah hotel megah yang merupakan salah satu bangunan tertinggo di Singapore.

Di sana terdapat sebuah skyway yang berjarak cukup tinggi dari tanah. Dengan harga tiket SGD 5, kita bisa naik ke atas dengan lift, berjalan antara kedua menara pohon dan turun di sisi satunya (tapi karena saat itu tidak terlalu penuh, saya memutuskan untuk memutar balik dan turun dari tempat kami naik, entah sebenarnya itu diijinkan atau tidak).

Hanya 3 di antara kami yang naik, saya, papa saya dan om saya. Adik saya mengaku lemas hanya dengan melihat ke atas. Mama saya beralasan “kalau gratis sih boleh”.

Ngomong-ngomong soal gratis, saya merasa membayar untuk naik ke atas cukup wajar. Bayangkan jika tidak, akan ada banyak orang berjejalan ke atas dan akan sulit mengendalikan jumlah yang naik di atas (mengingat keamanan dan keselamatan).

Tapi secara keseluruhan Garden by the bay tidak terlalu mengecewakan. Lumayan untuk negara kecil yang ingin memanfaatkan lahannya untuk tempat rekreasi… Itupun dengan rapi, indah dan baik sekali.

Dari Garden by the bay kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Kami butuh mandi dan istirahat beberapa jam sebelum kami jam 6 melanjutkan ke Orchard untuk melihat design Natal tahun ini (baik, sebenarnya untuk beberapa foto keren dengan lampu-lampu itu).

Hanya sedikit foto yang bisa kami ambil karena kami keburu bosan dan gerimis sudah menanti.

Kami tak lama di situ sebelum kemudian saya mengatakan pada Mama saya bahwa sebaiknya kami mengirit tenaga untuk beberapa hari di depan.

Sekarang, saya butuh tidur karena besok jam 6 pagi kami sudah harus berangkat ke bandara. Enough for today… Maafkan atas post yang tidak terlalu bermutu ini. Sampai besok! Mudah-mudahan ada lebih banyak yang bisa diceritakan. Gut Nite!

Advertisements