Kemarin malam saya melakukan hal yang sangat bodoh. Mungkin hal terbodoh yang saya lakukan dalam dua puluh tahun terakhir, atau tiga puluh… entahlah… yang jelas, ini merupakan hal terbodoh yang saya akui dengan sejujur-jujurnya.

Ceritanya, kemarin saya harus membeli tiket ke Batam untuk salah seorang tim kami. Saya membeli tiket CItilink yang sudah lebih mahal dari biasanya karena di penghujung tahun. Saya membelinya secara online, namun membayarnya secara manual. Saat pertama kali membeli tiket Citilink ke Batam, saya meminta teman saya yang agak gaptek untuk membayarkan tiket tersebut. Saya ingat saat itu teman saya mengatakan bahwa ribet jika membayarnya lewat ATM karena menurutnya, otaknya tidak akan mampu menerima informasi mengenai langkah-langkah membayar tiket Citilink melalui ATM. Jadi, saya melihat ada solusi membayarnya via Indomaret atau Alfa. Tinggal tunjukkan halaman yang dimaksud (yang saya kirimkan ke teman saya), dan proses pembayaran pun selesai.

Karena pertama kali itu saya menggunakan pembayaran via mini market, maka entah bagaimana tercipta semacam opini di otak saya bahwa pembayaran Citilink yang paling praktis adalah melalui mini market. Apalagi setelah kepergian ke Batam minggu kemarin saya menemukan bahwa membayar dengan menggunakan fasilitas i-pay di Indomaret merupakan sesuatu yang sangat mudah dan menyenangkan.

Kemarin, saya baru diberitahu bahwa harus membeli tiket sekitar pukul 11.30 malam untuk keberangkatan hari Kamis. Karena takut tidak mendapat tiket, maka saya buru-buru membelinya dan tanpa pikir panjang memilih cara pembayaran melalui mini market, seperti yang biasa saya lakukan.

Setelah membereskan beberapa urusan, sekitar pukul 12.15 saya kemudian keluar untuk membayarnya di Alfamart terdekat. Seperti ketakutan (dan dugaan saya), pada pukul segitu seluruh transaksi online pastilah bermasalah karena Bank sedang melakukan kliring. Saya mencoba Alfamart dan Indomaret yang lain dan jawabannya sama: “gangguan”.

Menjelang pk. 1 dini hari, saya teringat sekitar beberapa bulan yang lalu saya pernah mengalami masalah yang sama dan menelepon Citilink kemudian dipandu untuk membayarnya melalui ATM Bank Mandiri. Merasa bodoh, saya pun akhirnya menelepon Customer Service Citilink dan curhat padanya. Betapa saya mengalami kesulitan luar biasa untuk membayar tiket Citilink yang sudah saya pesan sejam sebelumnya dan lain-lain kemudian meminta dia memberitahu saya bagaimana caranya membayar menggunakan ATM BCA.

Screenshot_2014-12-16-01-05-19-1Dia kemudian menjelaskan bahwa sebaiknya saya melakukan pemesanan ulang dan menjelaskan tahap-tahap pembayaran menggunakan ATM BCA (Mungkin dengan merasa geli sendiri karena customer bodoh seperti saya). Hal yang membuat saya terpukul adalah ketika saya melakukan pemesanan ulang, saya menemukan opsi pembayaran melalui ATM BCA lengkap dengan langkah-langkahnya persis seperti yang dijelaskan Bapak Customer Service di telepon barusan. Segera saya meluncur ke ATM BCA dan melunasi tiket tersebut dalam waktu kurang dari 1 menit, pulang dengan perasaan malu pada diri saya sendiri.

Kalaupun saya menuliskan di sini, itu bukan berarti saya bangga dengan kebodohan saya *sigh. Saya ingin berbagi bahwa terkadang melepaskan diri dari cara lama yang terasa “enak” bisa membawa kita ke cara baru yang ternyata “lebih enak”.

Dengan peristiwa ini pun, kesombongan saya turun beberapa level ke bawah…. Mudah-mudahan saja saya sering-sering mengalami hal seperti ini, ya? (Saya merasa beberapa teman saya akan langsung berteriak “Amin” membaca kalimat terakhir ini)

Baiklah, setelah lama tidak menulis… kisah saya yang tidak terlalu penting ini saya akhiri sampai sini… Mudah-mudahan walau tidak terlalu penting, tapi cukup bisa menghibur teman-teman yang sudah sebal dengan kesombongan saya (hehehe…:D) dan sedikit memberi masukan bagi siapa saja yang tidak sengaja mampir…

Advertisements