Aku adalah penulis yang egois
Ku pandangi sekitarku
Ku pahami dengan akalku
Lalu ku tulis

Aku adalah penulis yang egois
Ku rekam setiap peristiwa
Ku simpan dalam kepalaku
Lalu ku tulis

Aku adalah penulis yang egois
Aku menulis untuk kepuasanku
Aku menulis untuk diriku
Aku menulis untuk kesenanganku

Aku adalah penulis yang egois
Aku tak peduli orang lain suka atau tidak
Aku tak peduli orang lain baca atau tidak
Aku tak peduli…

Aku adalah penulis yang egois
Huruf-huruf yang kurangkai cerminan pikiranku
Kata-kata yang kubuat menggambarkan perasaanku
Kalimat-kalimat yang kususun menceritakan yang kualami

Realis tapi Idealis
Skeptis dan Apatis
Aku adalah penulis yang egois

Suatu saat kukatakan pada diriku
“Tulislah sesuatu yang berguna
Setidaknya memotivasi dan menguatkan orang”

Namun diriku berkata
“Bagaimana aku tahu mereka membutuhkannya?”
“Bagaimana aku tahu mereka menggunakannya?”
“Bagaimana aku tahu mereka akan menyukainya atau tidak”

Kemudian ku katakan pada diriku
“Tulislah sesuatu yang baik,
Seperti kau menabur benih
Tak ada yang tahu apa yang terjadi dengan benih yang ditabur
Tak ada yang tahu apakah mereka tumbuh atau mati”

“Sesuatu yang baik?”

Aku adalah penulis yang egois
Sekali lagi kupandangi layar komputerku

Jika sesuatu baik bagiku,
Mungkin itu baik bagi orang lain

Aku tak akan menceritakan masalahku
Jika itu merupakan masalah bagiku
Itu tak akan membantu orang lain

Jika sesuatu dapat memberiku pelajaran
Mungkin itu akan memberi orang lain pelajaran

Aku tak akan mencaci dan memaki
Namaku buruk bukan ketika aku dicaci,
Tapi ketika aku mencaci

Aku adalah penulis yang egois
Namun setidaknya aku menulis
Dan aku akan menulis
Untuk dunia yang lebih baik

 

Ps:
Didedikasikan untuk para penulis, facebookers dan pengguna jejaring sosial. Setiap manusia lahir dengan keegoisan. Mudah-mudahan keegoisan kita tidak berdampak buruk bagi orang lain. Mencaci dan memaki di media sosial sama sekali tidak membawa kebaikan. Curhat dan galau juga tidak akan membuat masalah kita selesai. Mari gunakan “keegoisan” kita untuk sesuatu yang baik… para penulis yang egois 🙂

Advertisements