Xenophobia – Phobia Orang Asing


Biasanya saya menulis rangkaian Phobia di greissia.com, hari ini karena satu dan lain hal saya menulisnya di sini. Baru saja saya melihat pidato Prabowo di hadapan Koalisi Merah Putih sehubungan dengan kemenangan mereka di rapat paripurna DPRD mengenai UU Pilkada. Hal yang menarik perhatian saya adalah ketika dia mengatakan bahwa setelah kemenangan Koalisi Merah Putih kemarin, dia melihat begitu banyak media asing yang meliput dan berkomentar. Sebuah kalimat yang menurut saya absurd adalah “Siapa mereka sehingga merasa perlu ikut campur urusan kita bangsa Indonesia?”

Ini adalah hal yang tolol. Rupanya Prabowo ingin agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tidak dikenal oleh bangsa asing. Dia ingin bangsa ini menjadi bangsa terkucil yang tidak memiliki hubungan apapun dengan bangsa asing (khususnya Amerika, mungkin). Dia tidak ingin bangsa asing memberitakan hal buruk tentang Indonesia, sementara Indonesia boleh menjelek-jelekkan bangsa asing. Dia tidak ingin Indonesia meniru hal-hal baik dari bangsa asing. Dia tidak ingin Indonesia masuk berita di media bangsa asing.

Begitu takutnya dia dengan intervensi bangsa asing, walau tidak jelas juga apa yang dia takutkan. Mengingat ini merupakan era globalisasi di mana setiap negara terkoneksi dengan negara lainnya. Dia rupanya tidak mengerti bahwa Amerika pun tergantung pada negara lain seperti China dan negara-negara Asia lainnya.

Saya mencari di Internet dan ternyata ada nama khusus untuk penyakit jiwa Prabowo ini. Namanya adalah XENOPHOBIA. British Dictionary menerjemahkan Xenophobia sebagai:

“hatred or fear of foreigners or strangers or of their politics or culture”
(kebencian atau ketakutan pada orang luar negeri atau luar asing atau pada politik / budaya mereka)

Orang dengan Xenophobia (biasa disebut Xenophobic) memiliki kecurigaan dan kebencian berlebihan pada orang asing, baik itu secara pribadi, ataupun pada politik dan budaya mereka, persis seperti Prabowo.

Xenophobia awalnya ditandai oleh diskriminasi dan rasis. Mereka berpikir bahwa rasnya yang paling baik di seluruh dunia, mereka berusaha agar bangsa asing menyingkir dari tanahnya dan tidak ikut campur pada urusan negaranya. Beberapa orang mungkin berdalih bahwa mereka bukannya mengalami Xenophobia, melainkan bersikap patriotisme.

Tentu saja Patriotisme berbeda dengan Xenophobia. Patriotisme adalah rasa cinta kepada tanah air dan tekad untuk memajukan dan melindungi tanah air atau negara di mana dia dilahirkan. Sementara Xenophobia merupakan sikap memusuhi dan menganggap bahwa bangsa asing adalah musuh mereka.

Sudah lama bangsa Afrika menjadi sasaran bangsa-bangsa yang rasis. Bangsa-bangsa rasis itu (khususnya orang Eropa dan Amerika) benar-benar menganggap bahwa Afrika merupakan negara terbelakang. Mereka sama sekali tidak dilirik dan diperhitungkan di kancah Internasional. Karena itu Rakyat Afrika Selatan memulai gerakan Anti-Xenophobia. Mereka menentang negara-negara yang memiliki kebencian terhadap negara asing. Seolah mereka mau mengatakan bahwa “walau bangsamu tak menyukai kami, tapi kami tidak membencimu” dan mulai berkarya memajukan bangsanya.

Daripada menutup diri terhadap bangsa lain, mereka justru ingin menunjukkan pada dunia “kami orang Afrika” dan mereka bangga akan itu. Berbeda dengan kecenderungan Prabowo akhir-akhir ini. “Macan Asia” rupanya hanya slogan karena dia justru lebih concern pada “melindungi” daripada “menunjukkan” Indonesia ke mata dunia. Dia seperti induk ayam yang melindungi anak-anaknya dia melindungi bangsa ini yang (sayangnya) bahkan tidak bersimpati kepadanya.

Menurut saya, daripada Prabowo repot-repot mengomentari bagaimana bangsa Asing melihat Indonesia dan bagaimana bangsa Asing mengomentari kerusakan yang sudah Prabowo perbuat bagi bangsa ini, lebih baik dia berbuat sesuatu di luar politik seperti yang sudah dia perbuat sebelumnya (melatih atlit berkuda, dll). Itu akan jauh lebih bermanfaat untuk bangsa ini.

Setelah ide RUU Pilkada DPRD disahkan, mungkin Prabowo dan Koalisi Merah Putih memiliki ide-ide lain untuk memundurkan dan menghancurkan bangsa ini dan melemparkan kesalahannya pada Presiden yang akan datang. Saya hanya berdoa Tuhan berpihak pada mereka yang tulus dan pada mereka yang benar. Terlebih berdoa agar Prabowo segera sembuh dari Xenophobianya.

Advertisements