Kata Siapa Larangan Merokok Tidak Ada dalam Alkitab


Untuk kalangan sendiri
(Oya, mengingat pembaca saya ada yang non-Kristen juga. Maka jika saya mencantumkan “untuk kalangan sendiri” artinya saya menulis ini dari sudut pandang kekristenan dan tidak akan meladeni segala bentuk diskusi dan debat yang melibatkan ajaran agama lain… )

Beberapa hari yang lalu saya terlibat percakapan dengan teman saya. Jadi ceritanya teman saya mengatakan bahwa saudaranya masih merokok, tapi mengingat keahliannya maka gereja mengijinkan yang bersangkutan untuk melayani di mimbar. Entah karena pendeta tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu (mengingat bakat yang luar biasa dari bersangkutan yang ‘sayang jika disia-siakan’)

Saya kemudian berkata bahwa orang seperti itu percuma saja diberitahu karena pasti akan menjawab dengan naif “coba tunjukkan bagian mana dalam Alkitab yang melarang kita merokok”. Diskusi mulai berkembang dan sampailah kami pada kesimpulan bahwa larangan merokok sebenarnya diatur dalam Alkitab.

Tidak!! Saya tidak bicara tentang ayat mengenai “tubuh kita adalah bait Roh Suci”. Sebelum saya sampai pada bagian mana yang mengaturnya, saya akan menyampaikan beberapa fakta mengenai rokok:

  1. Di dalam rokok terdapat banyak kandungan zat yang berbahaya (saya tidak perlu merinci apa saja. Saudara tinggal mencarinya di google)
  2. 25 persen dari zat berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh si perokok sementara 75 persen melayang-layang di udara bebas
  3. Asap rokok yang terkena CO2 (hasil pernapasan) akan menjadi racun yang berbahaya untuk tubuh
  4. Zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh si perokok (yang hanya 25 persen itu) terfilter di ujung rokok. Sedangkan zat berbahaya yang masuk ke pernafasan perokok pasif sama sekali tidak terfilter (kecuali oleh rambut halus di hidung masing-masing orang)
  5. Orangtua perokok akan membuat atmosfer di rumah tidak sehat, menyebabkan anaknya dua kali lebih banyak menderita bronkitis dan pneumonia pada umur dibawah satu tahun
  6. Merokok dapat memicu penyakit berbahaya yang mempercepat kematian konyol bagi siapa saja yang terkena imbasnya
  7. Asap rokok sangat kecil (ukuran nano), dapat menembus hingga ke dalam kulit Anda maupun orang di sekitar Anda.

Anda belum menangkap maksud saya?

Merokok dapat membuat Anda menjadi pembunuh tanpa Anda sadari. Nah, kalimat ‘tanpa Anda sadari’ ini mungkin akan dijadikan alasan untuk beberapa orang, “saya kan gak sadar. Ga dosa dong kalau ga sadar”. Setelah Anda mengetahuinya, jika Anda teruskan merokok, maka Anda dengan sadar sedang BERUSAHA membunuh orang-orang yang ada di sekitar Anda.

Ketika seseorang merokok, maka asapnya akan menempel di pakaian (baik pakaiannya maupun pakaian orang yang ada di sekitarnya), rambut dan seluruh tubuh (baik dirinya maupun orang yang ada di sekitarnya). Jangan berpikir bahwa bau rokok di tubuh, rambut dan pakaian itu hanya sekedar bau rokok.

Asap rokok yang menempel pada baju, tubuh dan rambut masih mengandung banyak residu beracun. Jika Anda adalah orangtua yang merokok, jangan berpikir bahwa keluar sebentar untuk merokok kemudian masuk ke dalam dan bermain bersama anak Anda adalah sesuatu yang aman. Anda sedang membahayakan jiwa anak Anda karena residu beracun yang masih menempel di tubuh Anda.

Jadi, dari sudut pandang kekristenan, merokok dilarang dalam perintah ke-8 “jangan membunuh”, karena dengan merokok Anda sama saja dengan membunuh diri sendiri, orang-orang di sekitar Anda, anak-anak kecil (bahkan anak-anak Anda). Jika Anda terus melakukannya setelah Anda mengetahui bahwa Anda sedang melakukan proses pembunuhan, maka kesalahan Anda akan semakin berat karena Anda akan dikategorikan sebagai pembunuh berencana (hehe…)

Sekali lagi saya tidak bicara tentang apakah Anda mempersembahkan tubuh Anda sebagai Bait Roh Kudus atau tidak. Saya sedang bicara tentang pembunuhan yang Anda lakukan ketika Anda merokok.

Merokok menjadi agak berkurang dosanya (menurut saya) jika Anda melakukannya dalam pakaian tertutup (semacam pakaian astronot) di sebuah ruangan kedap udara tanpa ventilasi sama sekali. Kemudian setelahnya Anda langsung membersihkan diri (mandi dan menyikat tubuh Anda di kamar mandi di luar ruangan kedap udara tersebut yang masih berada dalam ruangan lainnya yang juga kedap udara) dan membakar pakaian Anda (paling tidak mencucinya secara terpisah dengan pakaian lain). Kemudian Anda langsung menutup ruangan tersebut. Yaah, itu pun Anda masih tetap berdosa karena melakukan usaha bunuh diri….

Intinya adalah… yah… Anda tahulah inti dari pembicaraan saya ini bukan… Jika Anda masih merokok (apalagi Anda seorang pelayan Tuhan), BERHENTILAH SEKARANG!! Lebih baik berhenti menjadi pembunuh daripada terus melakukan pembunuhan berencana, bukan??

Advertisements