Kemarin teman saya bercerita mengenai keterkejutannya pada suatu kejadian yang dia lihat siang harinya.

Bukan sebuah kejadian yang melibatkan nyawa orang, atau yang berkaitan dengan kriminalitas. Tapi sebuah kejadian yang (menurut Anda mungkin) sepele.

Saya pernah berkata bahwa saya tidak lagi suka mengomentari “hal-hal aneh” yang saya amati tiap hari. Tapi teman saya mengatakan pada saya untuk menuliskannya, dan saya rasa masalah ini memang sangat menarik untuk dituliskan.

Sebelum saya menulis lebih jauh, saya ingin mengingatkan bahwa tulisan ini adalah untuk kalangan sendiri, tidak ada maksud memojokkan atau meremehkan atau mendiskreditkan orang atau suatu organisasi manapun. Hanya sebuah pandangan sederhana (yang rumit) dari saya…

Jadi… Hal yang membuat terkejut teman saya adalah sebuah pengalaman yang dia alami di gereja pada pagi harinya. Ketika ia melewati ruangan tempat anak-anak remaja beribadah, dia mendengar musik yang sangat keras, menghentak dan membuat jantung berdebar cukup keras.

Ketika ia masuk ke ruangan tersebut, ruangan dalam keadaan gelap dan lampu-lampu laser menari-nari memenuhi ruangan, seolah mengikuti irama musik tekno yang menghentak. Belum lagi beberapa remaja yang sedang meliuk-liuk tubuh erotis gaya penari hiphop.

Gereja teman saya bukanlah gereja yang terbiasa mematikan lampu saat ibadah, tidak juga biasa menggunakan lampu yang berputar-putar menyakitkan mata, atau musik yang begitu keras hingga menggetarkan jantung dan ruangan sekaligus.

Teman saya kaget dan berusaha untuk mengetahui acara apa yang sedang berlangsung. Pikirnya, mungkin keadaan itu hanya sebentar… Ternyata keadaan dengan musik gelap berlangsung cukup lama… Selama para penari itu menari, tentu saja.

Kita hentikan pembahasan mengenai keadaan itu… Sekarang ijinkan saya membahas sudut pandang saya mengenai kejadian tersebut…

Kalau saya boleh mendefinisikan SENI dengan cara saya, maka saya akan mendefinisikannya sebagai “suatu cara mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kehendak seseorang melalui sebuah karya”.

Seorang pelukis berkomunikasi melalui kanvas, seorang penulis melalui karya tulis, seorang penyanyi melalui alunan lagu yang dia nyanyikan, seorang penari melalui gerakan…

Kata kuncinya adalah KOMUNIKASI.

Bukankah itu yang membedakan manusia dengan mahluk lain? Manusia adalah mahluk sosial, dan bagi mahluk sosial komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting.

Mengapa di gereja musik dimainkan, lagu dinyanyikan bahkan beberapa gereja memiliki penari… ?

Musik bukanlah hal yang baru untuk gereja. Sejak jaman perjanjian lama, Tuhan sudah menunjukkan bahwa DiriNya menyukai musik… Musik adalah cara ciptaan mengkomunikasikan pujian kepada Pencipta… Tarian adalah cara ciptaan mengkomunikasikan pengagungan kepada PenciptaNya…

Apapun yang dilakukan jemaat dan para pelayan Tuhan di gereja, mereka sedang mengkomunikasikan pujian dan pengagungan kepada Sang Pencipta…

Selain komunikasi kepada Pencipta, musik juga merupakan sarana komunikasi para pelayan Tuhan kepada jemaat untuk mengajak jemaat memuji dan mengagungkan Pencipta.

Jadi, sasaran musik dimainkan, tarian dilakukan dan nyanyian dinaikkan adalah untuk kemuliaan dan kebesaran Tuhan.

Hal inilah yang seringkali lupa disampaikan para pembina kepada anak-anak remaja. Mereka tidak tahu apa fungsi musik dalam gereja. Mereka tidak tahu apa fungsi tarian dalam gereja.

Akibatnya, mereka mulai memasukkan unsur selera yang sedang “meledak di pasaran” ke dalam seni dalam gereja tanpa mempertimbangkan unsur komunikasi… Baik itu komunikasi dengan Tuhan maupun komunikasi sebagai saksi Tuhan.

Ketika anak-anak muda itu menari hip hop di gereja, dia sedang berkomunikasi melalui tarian itu… Pertanyaannya, komunikasi macam apa? Komunikasi kepada siapa? Mengkomunikasikan apa? Selama itu bisa dipertanggungjawabkan, tidak ada salahnya.

Ketika anak-anak muda (atau pembina mereka) memutar musik yang menghentak keras dengan frekuensi yang tidak masuk akal, dia sedang berkomunikasi melalui musik itu. Pertanyaannya, komunikasi macam apa? Komunikasi kepada siapa? Mengkomunikasikan apa? Selama itu bisa dipertanggungjawabkan, tidak ada salahnya.

Tapi jika itu tidak dapat dipertanggungjawabkan, lalu apalagi yang Anda tunggu, para pembina remaja? Anda menunggu Tuhan Yesus datang sendiri mengobrak-abrik tempat ibadah Anda seperti yang dulu Ia lakukan?

Tahukah Anda, bahwa dalam frekuensi tertentu musik dapat membuat pendengarnya kehilangan kendali atas tubuhnya (bahkan mungkin juga jiwanya). Musik adalah sesuatu yang sangat powerful, berpengaruh dan senjata yang hebat.

Anda tahu mengapa mereka yang berada di diskotik bergerak dengan “brutal” dengan diiringi musik berdentam keras? (Saya pernah menuliskan ini sebelumnya)… Tidak, tidak selalu karena minuman atau obat… Tapi karena musik diputar dengan frekuensi, volume dan pengulangan tertentu… Bahkan mereka yang tidak minum pun akan tergoda untuk menghentakkan kaki atau menggoyangkan kepala sesuai birama musik itu.

Pernahkah Anda mendengar istilah “gunakan cara musuh untuk melawan musuh”. Entah bagaimana pendapat Anda, tapi buat saya, bukankah jika kita menggunakan cara musuh untuk melawan mereka artinya kita tidak ada bedanya dengan mereka?

Kebanyakan pelayanan gereja berpikir “menggunakan cara dunia untuk melawan dunia”. Anak muda suka diskotik? Hadirkan diskotik ke gereja?

Apa? Anda tidak setuju? Baik, saya ralat. Anak muda suka dunia gemerlap? Hadirkan dunia gemerlap itu di gereja.

Anak muda suka musik yang menghentak… Hadirkan itu di gereja…

Anak muda suka hiphop dan tarian yang menonjolkan gerakan dada dan pantat (maaf, tidak disensor)… Hadirkan itu di gereja…

Tujuannya? Terdengar naif… Supaya mereka tidak perlu mencarinya di diskotik…

Bagi saya ini konyol dan tidak masuk akal… Mengapa? Pertanyaan terbesar saya adalah “memangnya sepenting apa musik keras bagi kehidupan anak muda? Apakah tanpa itu anak muda Kristen tidak bisa hidup? Apakah itu lebih penting daripada hidup benar?”

Apakah lebih mudah memberitakan Kristus melalui musik keras daripada memberitakan Kristus dengan menjadi terang?

Apakah lebih mudah menarik jiwa dengan musik keras daripada menarik jiwa dengan sikap hidup yang benar?

Setelah membaca ini mungkin ada yang berkata “yaaaah… Gak bisa dong menjudge begitu saja hanya karena mendengar musik ‘ala diskotik’ di gereja yang mengiringi sekelompok anak muda bergoyang erotis di panggung “… Jawaban saya adalah…. Tanyakan pada hati nurani Anda…jika Anda merasa nyaman, maka tidak perlu sepakat dengan saya…

Ini adalah hal yang harus kita, orang dewasa pengikut Kristus, harus pikirkan bersama-sama. Tujuan setiap kegiatan yang berada dalam gereja seharusnya adalah untuk memuliakan Tuhan… Berkomunikasi dengan Tuhan atau berkomunikasi dengan manusia untuk mengajak bersama-sama memuliakan Tuhan..

Jadi orangtua, hati-hati jika anak-anak Anda gemar ke gereja… Walaupun tidak selalu, tapi bisa jadi, mereka di dalam sedang bergoyang tanpa tujuan… Atau melakukan sesuatu yang tujuannya bukan “memuliakan nama Tuhan”.

Cara mengeceknya gampang: perubahan sikap hidup… Terutama adalah sikap mereka kepada Anda, orangtuanya…

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya sekali lagi ingin minta maaf jika ada yang tersinggung… Namun saya sama sekali tidak menyesal telah membuat tulisan ini…

Terimakasih telah membaca sampai akhir, Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements