Batkid dan Evolusi Kemunduran Karakter


Pagi tadi saya melihat berita yang sangat mengharukan, tentang bagaimana sebagian kota San Fransisco diubah menjadi Gotham City. Bukan untuk kepentingan film, tapi untuk menyenangkan seorang anak penderita yang sedang dalam masa pemulihan dari Leukimia yang sangat mengidolakan Batman.

Anda dapat membaca beritanya di sini.

Tulisan saya kali ini tidak akan mengulang berita yang sudah disajikan dengan sangat baik di link yang saya berikan tadi, tapi menyoroti sisi kemanusiaan yang ditunjukkan oleh rakyat Amerika Serikat, termasuk presiden Barack Obama yang turut berpartisipasi dalam menyenangkan anak ini.

Entah bagaimana reaksi Anda membaca berita ini, saya sih merasa sangat terharu dan i just felt that my heart was melted…ketika melihat bagaimana kepala polisi benar-benar ikut berperan dan ‘berpura-pura’ membutuhkan bantuan Batkid yang dipanggilnya melalui radio panggil.

Saya tidak terharu dengan anak ini… terlepas dari kenyataan betapa luar biasanya anak ini karena telah berhasil melawan Leukimia yang dideritanya sejak berusia 18 bulan. Saya juga tidak terharu dengan apa yang dilakukan Yayasan Make A Wish yang menyelenggarakan acara ini … terlepas dari semua usaha yang telah mereka lakukan untuk membuat acara ini berhasil.

Saya terharu melihat bagaimana otoritas kota San Fransisco dan seluruh masyarakat mendukung acara ini dapat berlangsung dengan baik. Bagaimana mereka tidak melihat anak ini dengan pandangan kasihan, dan justru ikut ambil bagian dalam ‘hadiah kecil’ yang dipersembahkan yayasan Make-A-Wish untuk anak ini.

Saya terharu pada bagaimana koran setempat San Fransisco Chronicle bersedia membuat sebuah edisi Gotham City Chronicle yang menuliskan bagaimana Batkid berhasil menyelamatkan kota Gotham.

Saya terharu pada bagaimana kepala polisi San Fransisco Greg Suhr yang bersedia meluangkan waktunya, menggunakan radio panggilnya untuk memanggil Batkid demi sebuah pertolongan menyelamatkan seorang wanita.

Saya terharu pada tim baseball San Fransisco yang berpura-pura menjadi korban kejahatan Pinguin, musuh bebuyutan Batman dengan bom yang ditanamnya.

Saya terharu pada walikota San Fransisco Ed Lee yang bersedia ikut berperan sebagai walikota Gotham City dan memberikan kunci kota kepada Batkid.

Saya terharu pada 13000 orang San Fransisco yang menunjukkan dukungannya pada Batkid selama Batkid menunjukkan tindakan heroiknya bersama partnernya Batman.

Saya terharu pada bagaimana Barack Obama meluangkan waktunya untuk memberikan dukungan pada Batkid yang akan menyelamatkan kota Gotham City hari itu.

Saya terharu pada seluruh sukarelawan yang berperan sebagai aktor tanpa dibayar yang mewujudkan akting nyata persembahan untuk bocah Miles Scott hari itu.

Saya terharu pada tindakan kemanusiaan yang ditunjukkan oleh orang-orang itu demi mewujudkan impian seorang anak… Menurut saya ini adalah pesta kemanusiaan yang luar biasa. Memberikan sedikit angin segar pada kita yang berada di belahan bumi lain, bahwa jika kita mau mengusahakan, kita dapat membuat dunia ini menjadi lebih baik dengan bahu membahu menolong sesama.

Saya lantas teringat dengan sebuah kata “EVOLUSI”. Anda pasti bingung, apa hubungannya evolusi dengan kisah Batkid di atas. Banyak orang menentang teori Evolusi Darwin. Kalau Anda bertanya pada saya, saya akan mengatakan bahwa saya percaya adanya teori evolusi, tapi bukan teori Darwin.

Evolusi sendiri didefinisikan sebagai proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik (terjemahan dari Free Online Dictionary: Evolution. American Heritage Dictionary 2004. Fourth Edition).

Jadi, mengapa saya percaya evolusi? Pertama, karena perkembangan teknologi yang ada saat ini lebih baik daripada masa lalu. Contoh, sekarang penyakit kusta bisa disembuhkan, berbeda dengan jaman dahulu di mana kusta dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Contoh lain adalah perkembangan smartphone yang tidak ada saat saya kecil. Saya lantas bertanya, kenapa hal-hal modern itu tidak dapat ditemukan sejak dulu? Jawabannya simple: EVOLUSI! Pengetahuan manusia berkembang secara berangsur-angsur sehingga makin lama teknologi makin baik.

Menurut pengamatan para ahli, setiap tahun kemampuan intelligent manusia semakin bertambah. Ini dapat disebabkan oleh meningkatnya kesadaran akan gizi para ibu selama mengandung, meningkatnya gizi untuk anak balita dan makin beratnya beban pendidikan yang ditanggung anak-anak kita bahkan sejak usia sangat kecil (yang mengakibatkan aktivitas kerja otak bertambah, reaksi di otak bertambah…mengakibatkan perubahan susunan dalam otak…entah susunan apakah itu)

Nah, yang mengganggu pikiran saya adalah, jika otak manusia mengalami evolusi setiap tahun,  kok bisa kriminalitas bertambah? Kalau otak manusia mengalami peningkatan setiap tahun, mengapa kejahatan dan tindakan tidak masuk akal bertambah juga setiap tahunnya? Kalau IQ manusia bertambah setiap tahun, mengapa karakter manusia berkurang setiap tahun? Apakah ada korelasi antara kedua hal ini?

Melihat berita di TV akhir-akhir ini tentu membuat siapa saja yang otaknya masih waras merasa gerah (cenderung muak) bukan? Kasus-kasus air keras, sejumlah anak SMA yang membajak bus, korupsi yang tidak tanggung-tanggung, presiden yang suka curhat, penyadapan, pembunuhan, pemerkosaan anak oleh ayahnya, dan banyak lagi… Benar-benar berita yang membuat kita bertanya-tanya… kemana otak orang-orang itu? (padahal faktanya otak manusia mengalami peningkatan tiap tahunnya).

Ya, jika ada teori evolusi yang mengatakan bahwa tiap tahun manusia mengalami peningkatan kecerdasan, saya ingin katakan bahwa sayang sekali tiap tahun juga ras yang bernama manusia mengalami kemunduran secara karakter, dan ini sangat menyedihkan walau bukannya tidak mungkin hal ini dapat dicegah untuk masa yang akan datang.

Makanya, dengan melihat seluruh fakta yang menyedihkan itu saya merasa terhibur dengan berita pagi tadi. Apa yang dilakukan warga San Fransisco benar-benar menunjukkan pada dunia betapa berharganya kebahagiaan seorang anak. Mereka menunjukkan bahwa kemanusiaan masih pantas untuk diperjuangkan, bahwa senyuman seorang anak cukup berharga untuk dibeli dengan keenangan.

Jika menulis hal yang berikut ini, saya mungkin hanya akan terlihat sebagai orang yang banyak bicara tapi tanpa action. Saya sangat sedih melihat sejumlah anak-anak korban kemarahan gunung Sinabung, Medan. Saya sendiri pernah mengunjungi Medan dan Tanjung Balai dan jatuh cinta pada anak-anak di sana. Sejumlah anak-anak yang ramah dan mudah sekali dihibur. Kini mereka sedang sangat sedih dan membutuhkan hiburan.

Keterbatasan saya tidak mungkin mengirimkan diri saya sendiri ke sana (walaupun saya tidak akan menolak jika ada yang mengajak ke sana). Tapi saya berdoa semoga ada yang tidak memiliki keterbatasan seperti saya yang diutus Tuhan untuk menghibur anak-anak itu… Datang untuk mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan masih mengasihi mereka, bahwa apa yang terjadi bukan karena Tuhan tidak mengasihi mereka.

Saya berdoa semoga ada organisasi dan kelompok yang terbeban untuk mengunjungi anak-anak itu (seperti para polwan pada gambar di samping) Bukan hanya sekedar memberi mie instan dan pakaian, tapi menunjukkan pada dunia bahwa senyum anak-anak pantas untuk diperjuangkan….

Semoga saja…

Dan soal evolusi kemunduran karakter… Seandainya saja orangtua dan guru cukup memiliki hati untuk bertanggungjawab pada anak-anak yang Tuhan percayakan… Seandainya saja Pendeta di Gereja dan pemuka agama lain tidak sibuk dengan segala sesuatu yang bersifat supranatural dan melupakan pembangunan karakter…. Seandainya saja kita cukup bisa memimpin diri kita sendiri… Tentunya kemunduran ini dapat ditekan… Tentunya karakter dapat meningkat seiring dengan peningkatan kecerdasan otak manusia…

Advertisements