Kalau udah mentok…. akui saja!


Sebuah percakapan unik, lucu, dan menggelikan terjadi antara saya dan seorang teman baru saja. Percakapan yang terjadi dalam kolom komen facebook ini mendiskusikan status saya mengenai biasa vs luar biasa (silahkan cari di wall facebook saya).

Sportifitas ternyata tidak hanya diperlukan dalam dunia sport. Bahkan dalam berdiskusi pun diperlukan sportifitas. Saya pernah mengatakan pada seorang sahabat bahwa dalam sebuah diskusi yang tidak sehat, jika di dalamnya terdapat manusia-manusia yang belum dewasa, maka pada akhirnya harga diri bicara, pribadi diserang dan topik pun bergeser…

Saya mengerti, untuk sebagian besar pria, hal paling sulit adalah mengalah pada wanita… khususnya wanita-wanita tertentu (mungkin saya termasuk ‘wanita tertentu’ itu, mudah-mudahan Anda paham maksud saya).

Namun lucunya, justru pria yang akan mendapat respect dari “wanita tertentu” itu adalah pria yang dapat diajak diskusi baik-baik… melengkapi, bukannya nekad menjadi oposisi (walau dia sebenarnya sadar betul dirinya terpojok).

Beberapa hal dalam hidup tidak memiliki konsep benar salah, karena ini menyangkut selera (misal: wajah, musik, kesukaan, dll), sementara beberapa hal sudah jelas batasan benar salahnya. Untuk kategori kedua, jika Anda tidak setuju dengan yang satu, artinya Anda setuju dengan hal lain yang bertentangan dengan itu…. ini mutlak.

Untuk kategori kedua, penjelasan mutlak diperlukan… Anda tidak setuju, silahkan berargumen dengan bukti dan logika. Anda kalah, sikahkan berbesar hati dan akuilah. Ini hukum komunikasi yang sangat umum.

Tapi gengsi?

Begini, ketika Anda memutuskan menjadi pihak oposisi, seharusnya Anda sudah mempertimbangkan resiko bahwa Anda mungkin salah. Saya tidak menggunakan istilah kalah-menang, karena dalam sebuah adu pendapat, kalah-menang bukanlah yang dikejar.

Bermunculannya media sosial membuka banyak kesempatan bagi kita untuk melatih diri berdiskusi.

Jadi kesimpulannya beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat berdiskusi adalah:
1. Jangan adu pendapat untuk hal-hal relatif (bukan mutlak benar-salah)
2. Sadari sejak awal diskusi bahwa Anda mungkin salah
3. Jangan jadi bodoh… kumpulkan data, fakta dan gunakan logika saat Anda berdiskusi
4. Hindari debat kusir… keluarlah dari diskusi jika lawan diskusi Anda mulai ngeyel dan menyerang pribadi
5. Sadari bahwa tidak ada kalah-menang dalam diskusi seperti ini, yang ada adalah benar-salah (apalagi jika Anda memutuskan jadi pihak oposisi)
6.Bersikap SPORTIF!! Akui jika lawan Anda yang benar. Anda justru akan mendatangkan respek dengan cara ini.

Baiklah…hal terakhir yang harus Anda ingat…. Jangan takut untuk berdebat, apalagi jika Anda benar!

Advertisements