Seorang pria asal Karang Asih berhasil memecahkan rekor sebagai orang yang ditertawakan terbanyak selama satu minggu belakangan ini. Vicky Prasetyo, dengan kalimat-kalimat yang sulit (bahkan tidak dapat) dimengerti telah membuat masyarakat kita merasakan hal campur aduk antara kasihan, geli dan sebal saat mendengar wawancaranya dengan cek dan ricek beberapa hari yang lalu.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=75pR9Rf3Vtg]

Tidak perlu saya tuliskan kata-kata ajaib yang diucapkan Vicky karena sudah tercantum di video itu. Kata-kata itu begitu lancar keluar dari mulut Vicky seolah dia memang sudah terbiasa mengucapkannya. Entah dari mana dia mempelajari kata-kata tersebut karena seumur hidup saya tidak pernah menemukan kata-kata yang dia ucapkan dirangkai menjadi satu seperti dalam kalimat-kalimat itu.

Dalam salah satu gurauan saya dengan seorang teman, saya mengatakan bahwa sepertinya saya memahami maksud Vicky dalam wawancara tersebut.

Saya katakan, “sepertinya VIcky hendak mengatakan bahwa : Dalam usianya yang ke 29, dia sangat menyukai musik namun apa daya nasib membawanya menjadi seorang pengusaha yang kaya raya. Dalam hidupnya dia berusaha menjaga keseimbangan mulai dari hal kecil hingga hal besar, dan bahwa dia berusaha untuk tidak egois dengan mementingkan hal-hal yang dia sukai saja. Dia kemudian menyampaikan harapannya mengenai hubungannya dengan Zaskia, yaitu agar keluarganya tidak minder (karena Zaskia akan menikah dengan pengusaha kaya raya seperti dirinya), sebaliknya akan merasa senang dan dapat mapan secara ekonomi ke depannya. “

Mendengar penuturan tersebut teman saya tertawa dan mengatakan dia tidak yakin idiot seperti Vicky berniat menyampaikan hal itu. Kalaupun iya, dia tidak akan mengerti jika saya menyampaikannya dengan gaya bahasa yang normal seperti itu..haha…

Ibunda Vicky tidak kalah aneh. menunjukkan pada kita dari siapa Vicky memperoleh ke’ajaib’annya:

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=o-YA-nV4UMs]

Saya selalu berpikir bahwa seorang ibu adalah dia yang menentukan tingkat kecerdasan anak-anaknya. Seorang ibu yang mengenal anaknya sejak masih embrio bertanggungjawab atas intelektualitas (baik, saya mulai takut bergaya bahasa seperti Vicky) dari anak-anaknya. Seorang ibu yang mengetahui kelemahan dan kekuatan anaknya. Seorang ibu yang tahu bagaimana membanggakan kekuatan anak-anaknya dan menyembunyikan kelemahan mereka. Seorang ibu yang tahu kapan menegur dan kapan menyemangati.

Lucunya dalam kasus Vicky, dalam wawancara di Hitam Putih, justru ibunya mengatakan “batas ibu dan anak cuma melahirkan saja”. Ini benar-benar semacam kegilaan turun temurun sepertinya (Maafkan bahasa saya sedikit kasar…saya tidak dapat menemukan bahasa halus untuk menggambarkan keluarga ini). Entah kalimat itu merupakan kalimat sok intelek dari ibunda Vicky, entah dia memang benar-benar bermaksud mengatakan bahwa dia tidak pernah mendidik Vicky sejak kecil.

Lihat saja sendiri:

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=VqyVTMgEIEw]

Menanggapi ini, saya hanya bisa mengatakan: setiap kita memiliki sisi lemah masing-masing, untuk itu, biarlah hanya ibu yang tahu sisi lemah itu, karena seorang ibu yang akan memberi masukan dengan kasih.  Jangan sampai satu tanah air mengetahuinya karena mereka sama sekali tidak memiliki kasih untuk Anda. Ketika Anda melakukan kekonyolan seperti Vicky, orang-orang ini hanya akan menertawakan dan menjadikan Anda bahan olok-olok dan lelucon (kecuali jika Anda memang ingin tenar dengan cara seperti ini).

Tapi percaya atau tidak, saat ini banyak orang yang mengumbar keburukan seperti VIcky. Mereka yang memaki-maki di media sosial, mereka yang alay dan suka meratap-ratap di media sosial tidak kalah ‘konyol’ dengan Vicky Prasetyo. Sekali lagi saya mau katakan… Cukup ibumu yang tahu kelemahanmu! Jangan sampai seluruh dunia tahu dan menertawakanmu.

Benarlah apa kata seorang bijak “Bahkan orang bodoh pun akan dianggap berhikmat jika ia berdiam diri”

Advertisements