Holiday day 1 – Phuket: Antara lemur, banci dan makanan enak


Tahun ini kami agak mempercepat waktu liburan keluarga. Jika tahun lalu liburan keluarga kami lakukan di bulan Desember, tahun ini kami melakukannta lebih awal, di bulan Agustus,… saat cuaca cerah dan orang-orang mulai kembali dari liburannya.

Bagi saya sendiri, ini bukan waktu liburan ideal. Saya tengah mempersiapkan acara “Shaping the Arrow” dan ” Anak Indonesia Bisa”. Janganlah bicara soal prioritas, kalau dipikir-pikir, saya perlu libiran juga.

CYMERA_20130818_120142

Liburan kali ini diatur dengan baik sekali oleh adik kecil saya, Yovi (yang oleh suaminya diijinkan pergi tanpa didampingi dirinya).Seperti biasa, Yovi adalah perencana perjalanan yang baik, mencatat setiap detil perjalanan untuk dibagikan pada kami, yang lebih suka mengikut saja. Kami di sini adalah papa, mama, saya, dan adik mama saya.

Sepertinya Yovi benar-benar menyiapkan semua. Bagi Anda yang ingin menyiapkan perjalanan liburan sendiri, ini tips ala Yovi:
1. Buat jadwal perjalanan secara mendetil lengkap dengan biaya dan alternatif2 kendaraan yang dapat digunakan untuk dapat didiskusikan kemudian
2. Bagikan jadwal tersebut pada semua anggota yang ikut liburan (dan katakan untuk tidak banyak bertanya jika sudah menerima jadwal)
3. Catat juga no passport, no penerbangan dan semua yang diperlukan di kertas itu, agar kita ga perlu repot-repot buka passport atau dokumen lain
4. Kelompokkan boarding pass, voucher tour hotel, dll masing-masing per tanggal kebutuhan. Jika ada yang perlu dibagikan, bagikan menjelang digunakan, agar tidak hilang atau rusak.

Kami berlibur ke Phuket, tempat wisata pantai di Thailand. Dengan beberapa pertimbangan, kami memutuskan untuk ke Phuket dari Bandung, melalui Kuala Lumpur (transit di KL). Kami seharusnya berangkat pk. 10.05 tadi. Tapi rupanya pesawat yang akan kami gunakan tidak kunjung datang hingga kami baru lepas landas menjelang pk, 11.00

Kami tiba di KL pk. 14.00 waktu setempat, melalui proses imigrasi, dan mulai duduk menunggu pk. 14.30. Seharusnya berangkat pk. 16.15, namun lagi-lagi delay hingga kami baru lepas landas pk. 16.50 dan tiba 17.15 waktu Phuket (sama dengan Indonesia).

DSC07112

Dari beberapa alternatif yang dituliskan adik saya, kami memilih minibus yang ditawarkan di bandara untuk membawa kami ke Bangkok Residence Hotel (menghabiskan biaya 900 baht atau skitar Rp. 300 rb untuk 5 orang). Perjalanan cukup jauh dan macet, hingga kami tiba pk. 19.30 di hotel.

Dari hotel, kami menyusuri jalan sepanjang Patong sekalian mencari makan malam. Kami memutuskan makan di food court yang menjual banyak makanan “haram” kesukaan saya. Saya langsung memilih pork rib yang luar biasa enak dengan harga murah sekali.

image

image

Dibandingkan Bali, tentu saja saya akan memilih Bali. Pulau eksotis yang didukung oleh keramahan luar biasa dari penduduk setempat. Walau kehidupan malamnya kurang lebih sama, tapi apa yang ada di sepanjang jalan membedakannya.

wpid-Bucket-Lemur.jpegPenduduk setempat yang membawa lemur dan menawarkannya untuk dipotret bersama turis (yang sebagian besar justru merasa terganggu) benar-benar mengganggu saya. Mereka cenderung bersikap kurang ajar dengan menyodorkan lemur itu ke wajah para turis. Bukan sebuah sikap tuan rumah yang baik (Walau ada turis-turis bule yang senang juga difoto dengan Lemur).

Belum lagi transgender yang hilir mudik mengijinkan pria mengambil gambar sambil memegang dada mereka dan kemudian meminta bayaran. Ini semacam intimidasi, kalau menurut pendapat saya.

Thailand ini adalah negara Asean yang belum pernah dijajah. Tadi saya mendiskusikan dengan adik saya. Apakah keadaan tidak pernah dijajah akan membuat suatu bangsa tidak bisa menghargai arti kemerdekaan dan kebaikan hati?

Besok pagi jam 7 kami akan dijemput untuk tour ke phi phi lay. Hmm…mungkin saja Phi phi lay lebih baik dari Bali, jagoan kita….kita lihat ya…. Banyak foto yang akan saya perlihatkan besok… Sampai besok…

Advertisements