Hari ini, saya menemukan banyak kejanggalan. Tapi saya hanya akan memilih 2 saja. Pertama tentang berita yang baru saya dengar tadi pagi (ya, saya memang agak telat mendapat informasinya), yaitu tentang Olga yang dituntut oleh seorang dokter cantik.

Karena penasaran, saya mencoba mencari rekamannya di youtube, dan saya mendapatkannya. Berikut ini saya share dengan teman-teman semua:

Suatu tindakan bodoh dari Olga, bicara keluar dari skrip, dan merugikan orang lain. Tanpa memikirkan perasaan orang lain, ia melemparkan kata-kata yang menyakitkan entah dengan harapan apa.

Kata-kata itu seperti panah api yang meluncur keluar dari mulut kita, menyakiti orang lain dan membekas dalam diri orang lain.

Bagi saya, tindakan Olga ini tidak aneh untuk ukuran penyiaran di Indonesia, karena beginilah keadaannya. Orang suka mendengar lawakan penghinaan orang lain. Bahkan demi terlihat lucu mereka rela menjelekkan diri sendiri (lihat saja Tukul).

Agar terlihat lucu bahkan anak-anak pun menjelekkan temannya (bahkan orang yang lebih tua), sebuah tindakan kurang ajar yang ditolerir dengan “lawakan”. Berbeda sekali dengan seorang remaja Inggris ini. Anak ini menunjukkan bahwa citra dirinya sudah baik dalam lawakannya.

Argggghhhh….mungkin bahkan Anda tidak paham di mana letak lucunya apa yang dikatakan anak ini,

Hal kedua yang ingin saya bahas adalah tentang dua buah acara tv yang saya tonton tadi sore (bersama mama saya). Pertama adalah sinetron di mana seorang ibu disiksa habis-habisan oleh menantunya. Kedua, sebuah mini sinetron berjudul adab dan azab yang berkisah tentang seorang remaja putri yang kurang ajar setengah mati pada orangtuanya yang adalah tukang becak dan pembantu.

Saking bingungnya saya berkomentar, “tuh anak kan ngga ketemu gede yah…kemana aja ortunya dari tuh anak kecil. Tolol banget bikin film.” Sementara anaknya merajalela orangtuanya hanya menangis dan berkata astagfirullah….. Heh bapak produser, orangtua yang baik itu yang mendidik anaknya, kalau perlu dengan rotan, dan bukannya yang berkata “iya, sayang” sambil nangis dan berkata astagfirullah!!!

Lucunya, dulu film suka berkisah orangtua yang kejam, sekarang mereka lebih suka membuat film di mana anak kejam pada orangtuanya. Satu lagi tayangan bodoh dari pertelevisian kita. Lebih lucunya lagi, akhirnya film itu diakhiri dengan azab. Betapa anehnya memotivasi bangsa ini untuk memiliki sikap baik dengan ancaman azab.

Tulisan saya hari ini saya tutup dengan undangan untuk Anda semua. Konser anak-anak tercinta saya dari Menara Singer

image

We welcome you….

Ok…enough for now… sampai besok….

Advertisements