Berdoa sampai vs berdoa seolah-olah


Sejak 2 tahun yang lalu, saya mencoba menulis sebuah buku berjudul “terang yang hampir padam”, menceritakan pelayanan Menara Ministries sejak bernama Persekutuan Pelajar Kristen SD Negeri (PPK SDN) hingga ‘saat ini’.

Namun kemudian saya menghentikan penulisan buku itu karena beberapa hal, salah satunya adalah karena saya berusaha untuk memikirkan ending yang cukup membangkitkan iman saya sendiri (walau tentu saja tujuan penulisan buku adalah untuk berbagi dengan pembaca).

Naskah buku itu akhirnya terlupakan, berhenti di bab 8 dan saya masukkan ke dalam folder “belum jadi” di komputer saya. Saya kembali teringat akan naskah itu ketika kemarin saya sedang membuat rencana untuk 7 Sept nanti, ibadah rutin 2 tahunan bagi seluruh pelajar Kristen SD Negeri.

Saya teringat satu bab yang saya tulis mengenai awal mula perubahan nama PPK SDN  menjadi Menara Ministries. Perubahan nama itu dirayakan dalam Paskah gabungan Pelajar Kristen SD Negeri 2007.

Setelah pembukaan di atas yang begitu panjang, sebenarnya inilah yang ingin saya bahas dalam tulisan kali ini….

Paskah 2007 merupakan acara pertama yang ditujukan untuk Pelajar Kristen SD Negeri se Bandung. Sebelumnya kami hanya mengadakan per area, beberapa kali Bandung Selatan dan Bandung Timur.

Saat itu saya berjuang hanya dibantu oleh seorang teman yang berdiri di belakang dan menemani saya kemanapun. Saya melihat betapa banyak yang harus saya lakukan sementara saya merasa sendirian, muda dan tidak berpengalaman.

Persiapan tempat dan biaya, persiapan angkot untuk penjemputan anak (ya, saya bicara dengan supir angkot2 itu), persiapan ke sekolah-sekolah, persiapan makan siang untuk anak-anak yang dijemput dari sekolah, persiapan pemain musik, acara, pekerja, proposal dana…(memang benar, kemudaan, dan kebodohan saya membuat saya kesulitan mempercayai orang lain dalam persiapan).

Ketidakberdayaan saya akhirnya keluar dalam bentuk doa yang tidak putus-putus, jeritan-jeritan hati yang dinaikkan tiap menit, air mata yang mengalir diam-diam dalam doa pribadi. Saat itu saya berpikir, “saya sedang menarik-narik ujung jubah Kristus sambil merengek-rengek”.

Ya, kedengaran hebat bukan? Penyerahan diri yang luar biasa. Tapi baca dulu sampai akhir tulisan ini.

Saat hari H tiba, saya semakin merasa takut dan makin keras berdoa, hingga hal yang membuat saya shock terjadi…. hujan deras luar biasa dan saya mendapat telepon dari PIC beberapa area bahwa angkot mereka terjebak banjir.

Apa yang Anda lakukan jika jadi saya?

Benar Saudara, saya menangis, dan saat saya sedang asyik-asyiknya menangis, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya merasa Tuhan membentak saya…”kamu ini sebenarnya berdoa karena beriman atau karena tidak percaya? Kamu berdoa seolah-olah aku tidak sanggup menjawab doamu”.

Saat itu saya merasa seperti ditampar… saya berdoa seolah-olah saya beriman, namun sebenarnya saya memiliki keraguan bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa saya.

Selanjutnya, Paskah 2009 dan Paskah 2011 saya belajar mengubah doa saya. Saya berdoa agar Tuhan yang mengambil alih semuanya, saya berdoa karena saya percaya, saya berdoa untuk menyerahkan hidup saya yang menjadi alatNya dalam acara ini.

Tahun ini seharusnya kami mengadakan acara gabungan kota dua tahunan, namun jadwal Paskah yang terlalu maju dan UN sebulan setelah Paskah, kami sulit mengadakan Paskah tahun ini.

Akhirnya, kami sepakat menggeser acara ini ke bulan September, dengan tema “Anak Indonesia Bisa” kami rindu menjadi alat Tuhan untuk membina anak-anak menjadi terang di lingkungannya….karena kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Kami mohon dukungan doa dari pembaca semua. Doakan kami, doakan kendaraan yang akan kami pakai, doakan kecukupan dana… doakan agar rencana Tuhan yang jadi untuk acara ini….

Oya, kami mengundang Anda semua untuk dapat hadir di acara 7 September nanti dan menyaksikan bagaimana Tuhan melawat anak-anak ini… Saya yakin, Anda akan diberkati ketika bersama anak-anak yang luar biasa ini, seperti juga saya.

Oya, pada Paskah 2007 itu Tuhan mengirim 440 anak untuk mengikuti ibadah gabungan Paskah… Paskah 2009 Tuhan kirim 900 anak dan Paskah 2011 Tuhan kirim 700 anak…. memang bukan jumlahnya yang penting… tapi, Tuhan menjawab doa.

Ini liputan Paskah 2007 yang saya ceritakan:

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=AxLN2MNsepc]
Advertisements