Tadi sore saya menonton tayangan Show Imah di Trans 7. Sebuah tayangan yang dipandu oleh Soimah, seorang wanita serba bisa yang mengaku dirinya memiliki image kampungan di mana publik. Tidak ada yang salah dengan tayangan ini, saya pun salah seorang penggemar dari Soimah. Hal yang ingin saya soroti di sini adalah topik yang diangkatnya, yaitu mengenai Eyang Subur.

Beberapa pekan belakangan Eyang Subur memang menjadi sosok misterius yang namanya banyak dibicarakan orang. Mulai dari dianggap sebagai guru, sampai dikatakan telah melakukan pesugihan monyet putih agar mendapat banyak uang. Apapun yang dibicarakan orang, yang jelas sosok ini telah berhasil memiliki cukup banyak pengikut di kalangan artis, khususnya pelawak.

Awalnya dimulai dari seorang Adi Bing Slamet yang merupakan murid lama Eyang berbicara pada media bahwa dirinya kena tipu dan guna-guna oleh Eyang. Dirugikan ratusan juta, plus menjadi malas sholat. Tulisan ini tidak ditujukan untuk memihak salah satu pihak. Saya hanya akan mencoba menyoroti fenomena yang sedang terjadi pada bangsa ini.

Di tayangan Show Imah tadi, bintang tamu yang diundang adalah seorang pengacara bernama Ramdan Alamsyah, yang ditunjuk oleh eyang Subur (yang entah mengapa enggan memunculkan dirinya) untuk menjadi pengacara sekaligus juru bicaranya. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah disebutkannya topik mengenai RUU mengenai Santet.

Indonesia ini adalah negara yang besar. Keberuntungan menyebabkan negara ini berada di lokasi strategis dengan jumlah kekayaan alam yang luar biasa. Namun sebagaimana umumnya, kemapanan membuat bangsa ini berpuas diri dan tertinggal jauh dari negara-negara yang bahkan lebih kecil dan tidak memiliki kekayaan alam seperti negara ini.

Walau dengan kekayaan alam seperti Indonesia seharusnya Indonesia bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia, namun masyarakat yang tinggal di dalamnya membuat Indonesia menjadi salah satu negara (hampir) terbelakang. Saya tahu, mungkin saya agak kasar di sini. Tidak sedikit orang Indonesia yang berprestasi. Ajang Indonesia Mencari Bakat telah membuktikannya.

Namun negara ini rupanya “dikuasai” oleh sejumlah besar manusia-manusia tidak berpendidikan yang “dihibur” oleh media. Saya tidak mengatakan seluruh media buruk. Namun mayoritas penduduk Indonesia yang tidak berpendidikan itu tidak menyukai tayangan berkelas seperti berita, informasi atau debat politik. Mereka lebih suka disuguhi tayangan-tayangan bersifat klenik (yang disamarkan dengan istilah “misteri”). Bahkan Sang Capres Muda Farhat Abbas membuktikan ketololan masyarakat ini dengan mengumbar soal Sumpah Pocong.

Saya tidak menyalahkan negara ini. Saya menyalahkan mayoritas Rakyat Indonesia (tidak semua) yang tidak mau berusaha untuk membuat negara ini menjadi lebih baik.

Beberapa kali saya pernah memindahkan channel saya ke SCTV, salah satu stasiun TV tertua di negara ini. Beberapa kali program yang sedang tayang adalah “Karnaval SCTV”. Entah mengapa dua kali saya menangkap Karnaval SCTV, acara yang sedang ditayangkan adalah Demian yang sedang beraksi.

Kali pertama saya tidak sengaja menonton, Demian sedang mencoba melakukan aksi Astral Projection. Kali kedua, Demian sedang melakukan Voodoo…

Menurut saya ini sangat amat tolol… Masyarakat yang saat itu banyak menonton adalah masyarakat dari kelas bawah di kota Sidoarjo. Entah mereka menyimak atau tidak yang jelas mereka ikut bertepuk tangan dan bersorak saat menonton aksi Demian ini.

Saya akan membahas sedikit masalah Astral Projection (dalam bahasa Indonesia: meraga sukma). Astral Projection adalah sebuah kejadian di mana tubuh astral manusia (roh) berpisah atau lepas dari tubuh fisiknya. Praktek Astral Projection ini merupakan salah satu praktek yang dilakukan di gereja setan. Mereka melepaskan roh dari tubuh mereka untuk memasuki tubuh orang lain dan menyesatkan mereka.

Anehnya, jika Anda memasukkan kata kunci  “Astral Projection” di google, maka Anda akan menemukan begitu banyak web berbahasa Indonesia yang memberikan tips melakukan astral projection.

image

Demian mempraktekannya (entah apakah benar atau hanya tipuan). Dengan menyebut diri Ilusionis, Demian melepaskan raganya, bersikap seolah-olah hanya onggokan tubuh kosong, dan kemudian ZAP!! menggerakkan benda-benda dengan rohnya. Terjadi sedikit drama pada saat dia kembali ke tubuhnya, yaitu terjadinya kebakaran di sekitarnya dan perutnya terlihat seperti terbakar, namun bajunya tidak terbakar sedikitpun.

Saya tidak ingat apakah seminggu atau hanya berselang beberapa hari kemudian, saya kembali melihat aksi Demian di Karnaval SCTV, hanya saja kali ini dia melakukan aksi VOODOO, di mana ia memegang boneka, menggerakannya, dan ada orang yang terlihat tanpa sadar menggerakan tangannya sama persis seperti boneka yang digerakkan Demian. Selanjutnya ia menaruh kain putih di belakang seseorang yang kemudian dia hipnotis.

Orang tersebut merasakan apapun yang dilakukan Demian pada bayangannya sendiri. Demian membakar tangan bayangan, telapak tangan orang itu ada bekas terbakar. Demian bertindak seperti mengangkat tangan bayangan, tangan orang itu terbakar. Selanjutnya Demian meminta Ruben mencubit boneka yang sudah diberi jampi-jampi, dan perut orang yang bayangannya dibakar tadi tiba-tiba ada tanda bekas dicubit.

image

Saya akan jelaskan sedikit soal Vodoo. Praktek Vodoo awalnya berasal dari Afrika Barat. Praktek ini dibawa ke daerah barat oleh para budak digunakan untuk menyembuhkan, melindungi atau melukai orang lain. Untuk mendapat ilmu ini biasanya seseorang harus mengikuti ritual tertentu.

Saya tidak tahu dan tidak peduli apakah ini hanya trik atau benar. Hal yang ingin saya soroti di sini adalah mengenai dampak acara ini. Walaupun di layar kaca tertulis “jangan meniru, trik ini hanya dilakukan oleh ahlinya”, namun kenyataannya, hal-hal seperti Astral Projection dan Vodoo telah masuk ke dalam industri hiburan Indonesia, dan itu sangat BURUK.

Bayangkan apa jadinya jika anak-anak menontonnya. Mereka tidak akan menganggap itu buruk. Mereka akan menganggap bahwa hal-hal seperti itu adalah suatu hal biasa, lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Mencoba untuk mencari tahu dan…Anda tahu bagaimana kelanjutannya.

Santet, Vodoo, Astral Projection dan ilmu klenik lainnya tidak dapat diselesaikan dengan Rancangan Undang Undang. Silahkan saja para pejabat yang terhormat memikirkannya, namun melalui tulisan ini saya hendak mengajak Anda, orangtua, guru, pendidik dan semua yang berhubungan dengan dunia anak. Hati-hati!! Awasi acara TV yang ditonton oleh anak-anak Anda. Kalau pun mereka telah menontonnya, beri pengertian tentang mana yang benar dan tidak, jangan malas menjawab saat mereka bertanya.

Anda bertanggungjawab untuk masa depan negara ini!!

Advertisements