Hal-hal yang logis…


Saya ini orang yang mengagungkan logika… bagi saya manusia dikatakan hidup jika dapat menggunakan logika dengan baik. Saat bertindak, saat menjawab pertanyaan, termasuk saat memberikan alasan.

Ayat yang saya sukai adalah “kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu, kekuatanmu, AKAL BUDImu”. Bahkan mengasihi Sang Khalik pun membutuhkan akal budi…. bukan cinta buta seperti FPI yang membenarkan kekerasan demi nama Tuhannya.

Saya sudah pernah membahasnya, namun kali ini saya akan membahasnya lagi, mengingat hari ini kita merayakan Jumat Agung… Saat yang Maha Mulia meninggalkan tahtanya, mengosongkan dirinya, inkarnasi sebagai manusia demi menebus dosa kita.

Saya pernah mendengar seorang cendekia berkata, “mengasihi Tuhan dan percaya pada Allah (beliau muslim) itu tidak bisa menggunakan logika”. Walau saat itu saya diam saja, namun saya tidak setuju.

Menurut saya, logika dan perasaan adalah dua hal yang melengkapi satu dengan lain. Baik, baik…. saya tahu ilmu pengetahuan tidak mengatakan seperti itu. Logika adalah hadiah tertinggi Pencipta pada manusia yang semestinya digunakan untuk mengontrol emosi (perasaan).

Contoh, ketika manusia sedih, ia dapat saja menangis meraung-raung atau mengamuk sejadi-jadinya. Namun logikanya memberitahunya untuk mengontrol hal ini, menjadikannya manusia yang berbeda dari gorilla.

Banyak gereja (juga agama lain) hanya menyentuh sisi emosi manusia, membuat jemaat menangis atau senang dengan harapan mereka puas. Bagaimana dengan sisi logika?

Kembali ke masalah sebelumnya, apakah mempercayai Tuhan tidak membutuhkan logika?

Menurut saya logikanya adalah Tuhan itu besar, Dia sanggup melakukan apapun yang tidak bisa kita lakukan. Percaya padaNya, berjalan bersamaNya, dan kita akan sanggup melakukan hal-hal besar yang tak dapat kita lakukan seorang diri.

Sangat masuk akal! Tunggu, jangan salah sangka…. Saya tidak berusaha mengatakan bahwa saya memasukkan kebesaran Tuhan ke otak manusia yang kecil. Tapi semua hal yang tidak masuk akal akan menjadi logis kalau kita berpegang pada iman bahwa Tuhan besar dan sanggup.

Bagaimana dengan inkarnasi, Tuhan jadi manusia. Nah, untuk masalah ini kita harus paham duduk persoalannya. Manusia, ciptaan, telah begitu tersesat dalam dosa, tentu semua orang setuju hal ini.

Begitu besarnya dosa manusia hingga tidak akan mampu untuk memenuhi persyaratan Yang Maha Kudus. Karena itu Tuhan yang Maha Besar memutuskan untuk mengutus bagian diriNya, untuk menjadi perantara antara diriNya dan manusia.

Satu-satunya yang sanggup dan memenuhi kriteria. Namun manusia tidak akan tahan dengan kuasa yang begitu besar dari Sang Khalik. Butuh kerendahan hati dan pengorbanan luar biasa dari Sang Pencipta untuk menjadi sama dengan ciptaanNya.

Sampai di sini mungkin Anda berkata, “ini tidak masuk akal”. Baik, kita tadi sudah sepakat bahwa Tuhan Besar, sanggup melakukan apapun. Apa sulitnya bagi Pencipta alam semesta untuk menjadi manusia?

Terlalu menjijikkan? Ya, bagiNya menjadi sama dengan manusia memang menjijikkan, namun kasihNya lebih besar dari perasaan menjijikkan yang ia rasakan itu… Apakah Anda sepakat bahwa kasihNya besar? Begitu sederhana. Tuhan yang tidak tergantung dari apapun menjadi bayi yang tergantung dari ibunya…. Untuk merasakan apa yang dirasakan manusia.

Tuhan yang Sumber kebahagiaan harus menangis tak berdaya di pangkuan manusia yang harus Ia panggil ibu. Tuhan yang mengatur alam semesta diatur oleh siang, malam, mengantuk, lelah, lapar.

Karena itu juga Dia mengerti setiap penderitaan yang dirasakan umatNya. Yes… semuanya begitu masuk akal, tak pernah ketinggalan jaman. Tak perlu memberi sesajen, menyiksa diri, berendam di sumur atau apapun untuk diselamatkan… cukup terima keselamatan yang cuma-cuma diberikan.

Bagaimana menurut Anda? Terlalu mudah? Tidak… ini tidak mudah bagiNya. Tapi bagian tersulit sudah diambil olehNya. Ia hanya memberi satu syarat, eh dua ding… percaya, dan terima…. Percaya Tuhan sudah menebus dosa kita, dan rendahkan hati untuk menerima keselamatan itu.

Sampai kapanpun kita tidak akan sanggup membayar dosa kita dengan kebaikan kita… tidak akan! Pertanyaan terakhir, lalu apakah kita tidak usah berbuat baik? Hmm… apakah seorang penjahat yang seharusnya dihukum mati, namun dibebaskan dengan bayaran nyawa orang lain, akan kembali berbuat jahat?

Apakah mereka yang ditolong keluar dari lumpur akan main di comberan?

Bagaimana? Cukup dimengerti oleh logika manusia Anda?

Hari Jumat Agung ini kita peringati kematian Yesus, bagian dari Sang Pencipta yang jadi manusia. Lewat tulisan ini saya beritahu Anda… kasihNya cukup untuk Anda dan saya. Percayai Dia, serahkan dosamu padaNya, tukar dengan keselamatan yang dia tawarkan dan jadilah manusia baru.

Selamat merayakan kasih yang besar yang disediakan untuk Anda… God bless you…

Advertisements

One thought on “Hal-hal yang logis…

Comments are closed.