Audiobook, Rumah Sakit, dan Remah-remah untuk Anjing


Setelah sekian lama gak nulis, di tulisan kali ini saya akan mengulas tiga hal penting yang saya soroti dalam hari-hari terakhir ini.

Update Buku “Letters From Parents”
Ah, setelah begitu banyak penundaan, keragu-raguan, masalah, kesibukan, dan lain-lain akhirnya Proyek Letters From Parents kembali berjalan. Kemarin, proses rekaman Audiobook Letters From Parents sudah diselesaikan, bersama dengan enam orang pengisi suara yang luar biasa.

Buku Letters From Parents sendiri akan dilaunching (mulai dijual) pada tanggal 23 Februari 2013 bersama dengan Audiobooknya. Buat yang ingin memesannya dapat langsung ke email saya (greissia@yahoo.com), ke email menara production (mp@menara-character-building.com) atau langsung mengisi form di www.lettersfromparents.com.

Ema saya  tercinta masuk Rumah Sakit
“Suatu penyesalan selalu datang terlambat,” itu yang selalu dikatakan orang. Saya bersyukur pada Tuhan karena mengalami hal itu. Sejak hari Rabu lalu nenek saya mengeluh sakit di perut sebelah kanannya. Karena dulu hal ini pernah terjadi, dan langsung hilang begitu nenek saya buang angin, maka kami menyimpulkan bahwa kali ini pun begitu. Namun setelah dua hari ternyata sakitnya tak kunjung reda.

Bersyukur tante saya datang dari luar kota dan mereka memaksa membawa nenek saya memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Walau sempat disayangkan karena nenek saya menunggu begitu lama untuk diperiksa dokter, namun akhirnya dari hasil lab kami mengetahui bahwa nenek saya harus dioperasi usus buntu.

Sempat panik juga mengingat usia nenek saya harus dioperasi usus buntu. Melalui jaringan komunikasi kami saling memberi info dan saya yakin cucu dan anak nenek saya memanjatkan doa bertubi-tubi pada Tuhan. Kemarin nenek saya dioperasi dan hari ini sudah bisa jalan. Nenek saya adalah nenek yang hebat di usianya yang ke 79 tahun ini.

Guru Sekolah Minggu yang tidak tahu cerita Remah-remah untuk Anjing
Remah-remah untuk anjingSetelah “Letters from Parents”, Menara Production akan mengeluarkan pocket book Diary Series yang dilengkapi dengan bahan diskusi kelompok, renungan pribadi, komitmen pribadi dan latar belakang cerita. Sebelum meluncurkan judul “Remah-remah untuk Anjing” bulan depan, kami akan memberikan edisi gratis melalui e-book yang berjudul “Legion”.

Seorang teman saya menginfokan hal ini pada saudaranya yang adalah seorang guru sekolah minggu dan dijawab dengan “gak mau ah” ketika ditanya kenapa dia menjawab, “masa judulnya gitu, Remah-remah untuk Anjing hahahaha”. Jawaban yang membuat saya jengkel sekaligus heran ketika mendengarnya.

Saya kemudian bertanya pada teman saya apakah yakin dia seorang guru sekolah minggu yang dijawab bahwa dia bukan sekedar guru sekolah minggu, tapi merupakan ketua komisi sekolah minggu.

Kemudian teman saya memberikan sebuah ayat yang sebenarnya berisi asal kisah ‘remah-remah untuk anjing’ yang kemudian dijawab, “ada pesan khusus untuk saya ko dari ayat itu?” yang dijawab balik oleh teman saya “jadi ga mau buku Remah- remah untuk anjing?” dan dijawab lagi “engga ah, judulnya gitu sih, trus kayanya bukunya kurang colorful ya”

Well, sedikit miris mendengar kisah ini. Hari ini saya membuat status “People says ‘don’t judge a book by its cover. But Normally, a good books have a good cover”. Sedih sekali mendengar seseorang menjudge buku saya tanpa melihatnya sebelumnya haha…

Melihat ternyata ada Guru Sekolah Minggu bermodel seperti itu, saya harap buku ini dapat menjadi masukan untuk mereka, membuat mereka penasaran akan kisah-kisah sejati dalam Firman Tuhan yang seharusnya mereka ketahui.

Saya rasa cukup dulu untuk hari ini…Mudah-mudahan besok-besok saya punya banyak waktu lagi untuk menulis di blog ini. Bye now…God bless

Advertisements