Alarm yang berbunyi tanpa henti


Saat ini saya sedang lebih dari setengah kesal… mungkin sekitar dua pertiga kesal. Pasalnya di luar ada alarm mobil yang bunyi terus menerus, tanpa henti, sudah sekitar 30 menit. Telinga saya ini peka sekali hingga bunyi yang berulang, sekecil apapun akan terdengar dan membuat kesal.

Kantor saya terletak di lower ground, yup… area parkir Braga City Walk (sebentar lagi kami pindah, syukurlah). Seringkali saya merasa terganggu dengan bunyi alarm atau anak yang ngadat teriak-teriak (entah mengapa, tapi banyak anak yang nangis dan ngadat di lantai ini).

Sambil saya menulis ini, alarm itu belum berhenti bunyi. Sepuluh menit yang lalu, saya mengecek, jangan-jangan mobil saya. Mobil saya memang alarmnya tidak jalan, namun sering membuat alarm mobil lain berbunyi ketika dilewati (sepertinya ada yang konslet dengan alarm mobil saya). Saya pikir jangan-jangan alarm mobil saya konslet karena dilewati mobil lain yang lebih konslet, dan tiba-tiba bunyi.

Sambil mengecek, saya membeli roti yang tempatnya lebih dekat dengan bunyi yang mengganggu itu. Saya tanya sama Mbak tukang roti “mba, mobil yang mana sih tuh yang alarmnya bunyi?”. Dia menunjukkan wajah bingung dan bertanya, “bunyi apa? Ga merhatiin”.

Aneh sekali, karena sampai sekarang bunyi itu masih terdengar jelas, dan untuk memastikan saya tidak berhalusinasi, saya sudah menanyakan pada anak didik saya apakah dia juga mendengarnya.

Tapi,…ketika sesuatu yang mengganggu berjalan terus menerus, biasanya memang sebagian orang akan terbiasa dan tidak terganggu lagi. Ketika kita hidup dalam ruangan remang-remang suatu saat kita akan terbiasa dan tidak akan merasa ada yang salah.

Mata saya minus 7,5. Saat kecil, saya suka membangkang orangtua saya. Saya suka sekali buku Enid Blyton, tapi mama saya mengharuskan saya tidur jam 8 saat kecil. Karena belum mengantuk dan penasaran dengan bacaan itu, saya membaca dengan penerangan lampu 5 watt. Awalnya saya harus memaksakan mata saya, dan lama kelamaan terbiasa juga, namun jangka panjang… inilah hasilnya…

Baiklah…, saat ini, satu persatu supir berdatangan mengecek jika itu mobil mereka…dan, aaah…. baru saja alarm mobil itu berhenti, entah karena kelelahan atau sang pemilik sudah menenangkannya. Saya rasa, saya harus menghentikan tulisan ini, karena toh kekesalan saya sudah mereda. Mudah-mudahan kita belajar sesuatu.

Advertisements