Holiday day 5… going home…


Fiuh, beberapa hari ini terasa lamaaaa sekali. Bukan karena membosankan, tapi karena terlalu banyak pengalaman yang kami alami. Singapore and Malaysia in 5 days…

Hotel yang efisien
Seperti yang kemarin saya bilang, malam terakhir kami menginap di Tune Hotel. Hotel yang menggunakan prinsip Air Asia… berikan kebutuhan pokok dengan harga murah, kenakan biaya tambahan untuk pelengkap. Tidak ada teko air, teh, gula, … tivi dimatikan, wi fi tidak gratis. Namun jika mau semuanya bisa diadakan, dengan harga tertentu. Hotel yang sangat baik untuk sekedar singgah…

image
image

image

Pagi tadi kami melihat Menara Petronas… bangunan tertinggi se-Asia Tenggara. Setelah puas melihat-lihat, kami kembali ke hotel. Mama kelelahan, papa kelaparan… jadi, mama di hotel, saya dan papa menyeberang beli makan, sekalian tukar uang (beda dengan di Indonesia, banyak sekali penukaran mata uang di Malaysia). Pulang dari makan, sekitar 11.30, mama memberitahu bahwa pihak hotel memadamkan listrik pada pukul 11.00. Menurut saya aneh, tapi wajar. Mereka mengenakan biaya tambahan untuk listrik tambahan hingga jam 2. Jika tidak dimatikan, maka bisa-bisa tamu ngaret tanpa extra charge.

Petaling Street dan batik
image
image
image

Setelah check out, kami ke KL Sentral untuk menitipkan tas di loker dan membeli tiket bus ke terminal LCCT (kami naik Air Asia, jadi tidak menggunakan KLIA), karena pesawat kami masih lama sekali. Dari sana kami naik LRT ke Petaling Street kemudian melihat-lihat Pasar Seni. Banyak batik dan barang-barang yang saya yakini buatan Indonesia…di samping barang-barang buatan China dan India. Sepertinya Malaysia pintar sekali memanfaatkan kekayaan budaya negara-negara tetangga untuk kepentingan pariwisata.

Malaysia adalah negara yang terbuka untuk turis, walau pada kenyataannya rakyatnya tidak seramah rakyat Indonesia. Malaysia mempermudah para turis dengan sistem transportasi umum yang memadai, namun tidak melengkapi rakyatnya dengan keramahtamahan, sedangkan Indonesia sebaliknya. Perbaiki transportasi… Indonesia akan merajai pariwisata Asia Tenggara.

Akhirnya… pulang
image
image

Dari Pasar Seni, kami kembali ke KL Sentral, naik bis ke LCCT untuk pulang ke Bandung. Pesawat kami tepat waktu… tiba di Indonesia pk. 20.20 WIB. Kecewanya saya melihat sistem imigrasi Indonesia yang masih semrawut. Saya mengerti istilah “orang Singapura aja ke Indonesia jadi sembarangan”. Kenapa? Karena tidak ada kejelasan! Perbaiki sistem, Indonesia will be the best country in south east Asia.

Kami dijemput oleh Yovi dan kami sekeluarga makan malam. Kekecewaan saya terobati ketika melihat keramahan bangsa ini yang luar biasa. Semua pegawai siap sedia untuk menolong,… penuh senyum… beda sekali dengan pegawai di Malaysia yang jutek dan pura-pura  tidak melihat saat dihampiri. Belum lagi yang mau tak mau saat ditanya, menjawab sekenanya tanpa memandang wajah penanya. Tidak ada tata krama! Aaah, inilah kelebihan negeri Indonesia tercinta… jika sampai hilang, Indonesia will be the worst country in Sout East Asia.

Sebagai rakyat, kita tidak bisa melakukan apa-apa dengan sistem dan transportasi. Kita hanya bisa melakukan satu hal… selalu ramah…!! Untuk Indonesia yang lebih baik!

Saya sekarang mau tidur….cape sekali…

Advertisements