image

Hari ketiga…. waktunya berpindah negara dan melewati beberapa petugas imigrasi. Dari Singapura kami menggunakan bus yang membawa kami dari Golden mile complex pk.07.30 sampai di Genting Maju pukul 2.30 pm.

Di perjalanan, papa mengatakan bahwa sepanjang perjalanan beliau memperhatikan sistem saluran air di Malaysia yang masih dalam kondisi baik sekali, berbeda dengan sistem pengairan di Indonesia yang sudah tidak karuan.

Papa kemudian bercerita berdasarkan pengalamannya saat ia masih bekerja sebagai insinyur teknik sipil. Katanya, di Indonesia, terlalu banyak korup dan suap… Pimpinan proyek meminta jatah hinga 40 persen  sehingga kontraktor terpaksa memotong anggaran dengan merendahkan kualitas bahan.

Ada lagi bibit pohon yang diganti. Dianggarkan 10 ribu per bibit, dipotong jadi hanya 2000 saja. Kemudian pimpinan proyek menyogok kepala desa 1000 per pohon agar mau tanda tangan. Saat Badan Pemeriksa Keuangan memeriksa, menemukan ketdaksesuaian, mereka juga akan menerima sogok…

Menurut saya, hanya jika Indonesia dapat mengatasi masalah ini, kita baru bisa mengejar ketertinggalan dari negara tetangga. Bagaimana menurut Anda?
image

Baik, saya lanjutkan, setelah check in, hotel kami memulai ‘petualangan’ kami di daerah Genting, dan dalam sehari mengeluarkan banyak sekali uang yang sebenarnya kami sesali.

Dimulai dari makan siang yang menguras 40 Ringgit dari dompet kami. Kemudian berjumpa seorang supir bus baik hati yang mau memberi tumpangan menuju sky train.

Genting Highlands
image

Di sana, kami mengantri panjang luar biasa untuk naik sky train. Walau banyak sekali orang yang mengantri, namun saya menilai sistem mereka sangat mampu mengendalikannya, tidak ada desak-desakan, semua berbaris di line pembatas yang diatur sedemikian rupa. Dan yang menakjubkan, mereka sudah memperkirakan lama antrian kami, dan… tepat sesuai perkiraan, 30 menit kami antri. Tidak terbayang apa yang terjadi tanpa line pembatas untuk antri….mengerikan pasti.
image

Naik sky train, atau cable car merupakan pengalaman luar biasa untuk saya. Melihat bagaimana kabel itu berputar dan kereta gantung terjepit di bawahnya. Semuanya sudah dihitung dengan sangat baik… tidak lebih dari 8 orang untuk keselamatan dan keawetan alat.
image

Setelah 10 menit di cable car, tibalah kami di Genting Highland, tepatnya di salah satu bagian Highlands hotel. Melewati lorong dan beberapa escalator indoor, kami menjelajahi hotel-hotel yang ada hingga sampai First World Hotel Plaza, memiliki arena bermain indoor seperti Trans Studio Bandung dan arena bermain outdoor seperti dufan. Hanya saja saat kami ke sana hujan deras sekali hingga arena outdoor tidak beroperasi.
image

Tempat sebesar itu dengan begitu banyak cafe, casino dan tempat makan, saya cuma bisa menyimpulkan, dalam hidup, kita dipaksa membuat pilihan, tidak bisa mendapatkan semuanya sekaligus.

Kembali ke hotel
image

Setelah puas berkeliling, kami memutuskan kembali ke hotel. Sekali lagi kami harus melewati antrian puanjaaang sekitar 1 jam untuk naik ke cable car.

Karena terlalu malam, kamu terpaksa naik taksi yang mencharge kami 20 RM untuk perjalanan sekitar 3 menit saja…

Sekali lagi kami membuang uang untuk makan malam. Di luar perkiraan, kami menghabiskan 72 RM untuk sebuah makan malam bertiga. Penyebabnya? Kami salah melihat harga. Kami kira ikan berharga 7 RM, ternyata itu adalah harga per ons, dan mereka memberi kami 8 ons. Huh…. satu kali makan kami di sana lebih mahal dari total makan kami di singapura, hiks…

Wah, tulisan saya hari ini sepertinya tanpa makna, saya lelah sekali…ketambahan hidung saya yang sensitif ini terganggu dengan bau apak kamar hotel ini sehingga kurang konsentrasi. Saat menulis ini, mama sudah tidur dan papa menonton soccer di saluran espn. Besok kami akan kembali ke tempat cable car untuk naik bus ke Kuala Lumpur…

Sampai besok all… saya merasa masih melayang-layang di cable car… sepertinya pengaruh kelelahan dan ngantuk luar biasa…

Advertisements