Holiday day 1…fine country dan jebakan minum


Seperti yang pernah saya ceritakan, saya mengisi Natal tahun ini dengan liburan bersama papa dan mama saya yang tetap hebat di usia yang sudah mencapai kepala 6.

Walau saya malu mengakuinya, tapi tampaknya mau tidak mau saya harus mengaku, ini pertama kalinya sejak 30 tahun 10 bulan dan 1 hari saya menginjakkan kaki keluar dari negeri ini… akhirnya passport saya diisi juga.

Lima hari ke depan saya tidak akan ada di Indonesia dimulai dari Senin tanggal 24 Des hingga Jumat 25 Des. Saya akan mengadakan perjalanan singkat ke Singapore dan Malaysia untuk mengejar ketertinggalan saya dari teman-teman yang lain.
image

Saat saya menulis ini saya sedang kelelahan karena kegiatan hari ini yang begitu padat. Setiba di Changi tadi, kami langsung ke hotel, melewati banyak lorong-lorong MRT dan sedikit jalan kaki. Setelah check in di M hotel di Anson Road, kami naik bus ke esplanade, melihat white merlion yang berdiri sombong sambil meludah tidak berhenti-henti…
image

Setelah melihat Marina Bay dari jauh, kami memutuskan untuk tidak ke sana karena keterbatasan waktu, dan langsung naik MRT ke Santosa.
image
image
image
image

Di Sentosa, saya tidak melihat sesuatu yang istimewa. Bagi saya, Jatim Park di Malang jauh lebih asik. Tapi mungkin itu karena saya tidak naik wahana apapun, tidak masuk tempat berbayar apapun. Hmm, saya pergi dengan orangtua saya, tidak mungkin memaksa mereka melakukan hal-hal yang pasti menguras uang untuk pengurasan energi besar-besaran.

Overall, Ah, apa yang bisa saya katakan tentang negeri singa ini. Saya tidak dapat membayangkan jika denda-denda itu dicabut, apa jadinya. Secara garis besar, ada beberapa hal yang saya soroti tentang negeri ini:

1. Negeri ini menertibkan dirinya dengan ancaman demi ancaman. Merokok di tempat ber AC dan buang sampah sembarangan, dua hal yang merupakan penyakit utama di Indonesia ditangani dengan mudah di Singapura dengan DENDA. Sesuatu yang di negara barat disadari, di timur butuh ancaman… tapi, saya pernah menulis ini, bukan?

2. Negeri ini memiliki sistem yang luar biasa baik. Di luar peraturan denda, saya akui negara ini punya sistem yang hebat. Arsitektur yang hebat, sistem transportasi yang hebat… sebuah negara kecil yang maksimal!

3. Negeri ini tidak ramah! Budaya timur masih terasa di negeri ini. Tidak ada bantuan petugas yang datang tersenyum dan bertanya, ‘can I help u?’, yang ada adalah petugas (kebanyakan india), yang datang dengan mendelik sambik berkata, “what happen here”. Soal keramahan petugas, saya rasa Indonesia masih jauh lebih baik.

4. Anak muda di negeri ini tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya. Ah, untuk yang satu ini, saya tidak habis pikir. Dengan mudah Anda bisa membedakan warga Singapura dan bukan. Anak muda Singapura menutup telinganya dengan headphone sambil memegang Samsung atau iphone. Entah apakah mereka mendengar musik atau menunggu telepon, yang jelas itu memperlambat gerak mereka di saat-saat tertentu. Mereka memegang smartphone di tangan, berjalan sambil tunduk, tidak peduli apa yang sedang terjadi di sekitarnya, bahkan tidak peduli jika menabrak orang. No apologize!

image

Oya, ada satu kejadian lucu… hotel tempat saya menginap menyediakan dua botol air mineral merk Evian 1 liter yang disimpan di meja dekat tivi di atas lemari berisi kulkas (yang kulkasnya tidak terlihat), dekat free kopi dan teh, dan dua botol minum air mineral tanpa merk yang disimpan di tempat yang tidak terlalu terlihat.

Kami mengira 2 botol merk Evian itu adalah free minuman yang diberikan hotel. Jadi setiba di hotel, kami langsung membukanya untuk membuat kopi.

Malamnya, sepulang dari Sentosa, saya iseng melihat daftar harga mini bar… alangkah kagetnya saya (dan akhirnya kedua orangtua saya yang saya tularkan) melihat bahwa ternyata Evian 1 liter itu berharga $16 (sekitar 128 rb rupiah). Saya tidak hanya kaget… saya shock… saya … arrrgggghhhh saya tidak rela harus membayar segitu untuk sebotol air. Saya merasa dijebak dan dipermainkan…huh.

Jadi, saya dan papa saya mencoba bersiasat, menyusuri Anson Road untuk mencari pengganti Evian 1 liter yang kami minum. Tahukah Anda,… di mana-mana TIDAK ADA Evian 1 liter, yang ada Evian 1,5 liter seharga 3,4 dollar saja. Rupanya Evian 1 liter itu dibuat khusus untuk hotel (dugaan saya).

Papa saya bertanya-tahya mungkinkah Evian 1,5 liter menggantikan Evian 1 liter? Saya jawab, yang membedakan harga keduanya bukanlah merk dan ukurannya, namun untuk siapa minuman itu dibuat. Taruh di mini market, harganya tidak lebih dari 4 dollar. Truh di hotel, harganya 16 dollar WOW!! (Hati-hati buat yang mau beperrgian ke Singapura, negara ini mencas begitu tinggi untuk air minum dalam kemasan)

Akhirnya, kami menyerah. Walau akhirnya kami beli juga Evian 1,5 liter itu, tapi kami sepakat apapun yang terjadi besok kami akan bayar air mineral menyebalkan itu… mari berharap besok petugas hotel bermurah hati dan memberikannya gratis pada kami.

Saya rasa, saya harus tidur sekarang. Besok saya akan ke China town, Bugis, Mustafa dan Orchard road…. happy holiday all…

Advertisements