Semangat untuk hal-hal sepele


Masih ingat ISS ceria yang menemukan handphone saya yang tertinggal? Barusan saya melihat dia, sedang menggosok tembok bagian bawah di jalan masuk mobil Braga City Walk, seperti biasanya dengan cekatan dan sukacita.

Dia tampaknya bangga menjadi orang yang membuat setiap pojok tempat ini menjadi bersih, dan memang seharusnya dia bangga. Dia bekerja secara profesional mengikuti prosedur dan check list. Menurut saya, bagi negara ini 1 orang petugas kebersihan seperti dia jauh lebih berharga daripada 100 pekerja kantoran yang mengerjakan tugasnya dengan bersungut-sungut dan tidak bersemangat.

Saya tidak bicara mengenai jenis pekerjaan dan prosedurnya. Mungkin ISS itu menggosok karena bagian itu ada di check listnya. Seperti yang pernah saya katakan, manusia butuh sistem! Mutlak dibutuhkan prosedur dan checklist untuk menjaga manusia bekerja dengan efektif dan efisien. Namun, jika prosedur dan check list dicabut, yang tersisa hanyalah atitude yang menentukan produktivitas seseorang. Dan atitude terlihat dari bagaimana seseorang bersikap saat melakukan prosedur yang diberikan. Perusahaan tidak mengatur senyum dan semangat saat bekerja (kecuali bagian pelayanan konsumen yang harus selalu tersenyum, itupun terlihat jika dibuat-buat). Perusahan pun tidak mengatur semangat dalan prosedurnya. Perusahaan hanya peduli pada ketepatan proses dan hasil akhir.

Saya tidak memungkiri, setiap orang memiliki gaya kerjanya sendiri dan menunjukkan semangat dengan gaya berbeda. Ada yang menunjukkan semangat dengan menautkan alis, dan bekerja dengan serius. Ada yang menunjukkan semangat dengan ceria dan senyum saat bekerja. Ada yang menunjukkan semangat dengan terus memikirkan kemajuan dari apa yang sedang dikerjakannya, ada juga yang menunjukkan semangat dengan tetap tenang saat mengerjakan tugas, sesulit apapun.

Bagaimanapun semangat yang ditunjukkan, intinya adalah bagaimana kita menunjukkan sikap terhadap apa yang kita kerjakan sesepele apapun itu, karena sebenarnya tidak ada pekerjaan yang sepele.

ISS tadi menggosok tembok seperti Beethoven sedang menggubah lagu. Itu adalah karyanya, bidangnya. Hasilnya? Menurut saya sama gemilangnya dengan karya Beethoven, karena dikerjakan dengan profesional dan sepenuh hati. Bagi sebagian orang mungkin apa yang dikerjakannya sepele. Sebagian lagi mungkin berpikir seperti saya pada awalnya “ngapain sih itu aja dikerjain“. Tapi jika dipikir-pikir, jika tidak dikerjakan, tembok itu akan hitam, penuh debu, dan suatu saat tidak dapat dibersihkan lagi.

Hal kedua setelah semangat yang ingin saya soroti adalah, tidak ada yang sepele. Hal-hal yang kelihatannya sepele, jika tidak dikerjakan, cepat atau lambat akan jadi masalah besar. Setiap orang yang profesional tahu hal ini. Tanya saja para dokter, apa pentingnya cuci tangan sebelum dan setelah memeriksa pasien. Atau tanyakan pengacara pentingnya akurasi sampai 1 menit dalam srbuah kejadian pembunuhan. Bahkan manusia bisa mati oleh peluru yang kecil.

Seorang bodoh akan mengabaikan hal sepele,  orang pintar mengetahui dengan jelas apa yang harus dilakukan dengan hal sepele itu, orang bijak mengerjakan hal yang sepele dengan semangat besar.

Jadi, jika lain kali Anda mengabaikan hal sepele, ingat…. masalah sedang menunggu Anda…..!!

Advertisements