Suasana liburan dan sesuatu yang diulang terus menerus


Beberapa hari ini adalah hari yang berat untuk saya. Bukan karena banyak pekerjaan, tapi karena saya sudah mengkondisikan diri saya untuk berlibur. Berbeda dengan natal-natal tahun sebelumnya, tahun ini saya sama sekali tidak mengambil ‘job’ apapun. Haha.. tepatnya tidak terlibat dalam kepengurusan perayaan natal gereja manapun…

Alasannya? Saya memiliki rencana untuk berlibur bersama orangtua saya. Setelah saya ingat-ingat, terakhir kali saya liburan adalah lebaran tahun lalu. Memang tidak terlalu lama, tapi bagi saya rasanya begitu lama. Mungkin itulah sebabnya kenapa dari jaman sekolah dulu, kita dapat liburan panjang setahun sekali, karena tubuh kita memang membutuhkannya.

Pertanyaannya kenapa tubuh dan pikiran kita membutuhkan liburan. Saya baru saja menemukan jawabannya (disamping istilah-istilah medis dan psikologis). Saat ini saya sedang menunggu keluarga besar saya di sebuah rumah makan sunda yang luar biasa enak, dengan cita rasa unik….yaitu…dapoer Pandan Wangi, di Patuha 38 (Clift, dipromosiin niiih). Sambil menunggu, saya mendengar seorang anak mengulang-ulang mendendangkan lagu jingle bell dengan na na na, hanya kalimat pertama saja, mengulangnya beribu-ribu kali sampai-sampai saya lelah dan hampir mengamuk…

Sesuatu yang diulang-ulang membuat kita lelah… sangat lelah, walau tiap orang memiliki batas kesabarannya masing-masing. Untuk saya, seorang anak yang meneriakkan melodi yang sama berulang-ulang membuat saya kesal di pengulangan ke 4 (orang lain mungkin baru kesal di pengulangan ke 1999).

Itulah kenapa tubuh kita menuntut istirahat tiap malam, dan mungkin liburan setahun sekali (atau beberapa tahun sekali, tergantung tingkat kesabaran tiap orang), karena rutinitas berulang-ulang yang kita lakukan tiap hari. Bangun tidur, bekerja, makan, bekerja, tidur…aaaah.. benar-benat melelahkan….

Tubuh saya sedang menuntut istirahat sekarang… tidak sabar menunggu hari senin, liburan dengan orangtua saya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah tubuh Anda sudah menuntut liburan?

Advertisements