Kebiasaan baik, kepercayaan, dan komunikasi.


Kemarin dan hari ini saya marah pada anak didik saya, alasannya klasik. Kemarin karena dia tidak membuat agenda dan jurnal harian, hari ini karena dia kurang bisa memperhitungkan waktu dan kurang baik dalam perencanaan kegiatannya. Bagi Anda mungkin sepele, tapi anak didik saya tahu benar, bahwa itu tidak sepele… itu adalah mata pelajaran utamanya.

Oya, anak didik saya adalah seorang siswi homeschooling dimana materi utama pendidikannya adalah mengenai kehidupan. Mata pelajaran utamanya adalah membangun kebiasaan baik, komunikasi, dan membangun kepercayaan orang lain.

Anda boleh tidak setuju dengan saya, tapi saya dengan berani bisa mengatakan, banyak sekolah bagus gagal memanusiakan siswa-siswinya. Mereka mencekoki anak didik dengan banyak pelajaran tanpa membekali mereka dengan modal dasar kehidupan.

Berapa banyak anak-anak (saya soroti yang sekolah di Sekolah Kristen) mengeluarkan boom anj*** dalam percakapan, dan guru tidak peduli?

Mengapa guru menghukum anak yang tidak mengerjakan PR tapi tidak peduli pada tanggungjawab mereka dalam menjaga kebersihan?

Mengapa guru sibuk membuat remedial untuk sebuah nilai yang memenuhi syarat kompetensi, tanpa menjelaskan bahwa dalam hidup, banyak hal tidak bisa diremedial…??

Mengapa nilai rapot begitu penting sementara setelah lulus mereka menjadi pecundang dalam pergaulan, tidak tahan uji dan begitu egois?

Beberapa orang mungkin berkata, “itu tugas orangtua”. Oh benar sekali, lalu apa tugas guru? Apakah pendidik hanya bertugas seperti google dan ensiklopedi? Menyampaikan pengetahuan demi pengetahuan kemudian tutup mata dan telinga pada apa yang terjadi pada bangsa ini?

Tugas utama sekolah adalah membangun kebiasaan baik, komunikasi, dan membina anak agar dapat dipercaya.

Jam masuk sekolah, agenda, jadwal adalah sebagian kecil cara untuk membangun kebiasaan baik, bukan sekedar pelengkap dalam sekolah.

Aturan sekolah, PR, ujian adalah bagaimana menjadikan siswa siswi kita manusia yang dapat dipercaya. Bukannya sekedar menunjukkan otoritas guru. Demikian juga seluruh mata pelajaran adalah tools yang bertujuan menjadikan mereka dapat dipercaya dalam bidang / profesi yang kelak mereka tekuni.

Tugas, interaksi, pelajaran bahasa, dan piket adalah tools untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak.

Rapot adalah alat untuk mengajar anak mengenai konsekuensi… itulah mengapa sebenarnya saya tidak setuju dengan remedial… yang seringkali bukan diliat sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan, tapi sarana untuk melakukan kesalahan (tenang aja, nanti juga ada remedial).

“Letters from Parents” yang saat ini sedang disiapkan audiobooknya tidak hanya ditujukan untuk orangtua di rumah, tapi juga untuk Anda, para guru, pengganti orangtua di sekolah…

Anda dapat memilikinya, membacanya,dan menjadikannya referensi ketika Anda dituntut untuk membina siswa-siswi, calon pemimpin masa depan…

Berisi hal-hal mendasar mengenai kehidupan yang perlu diketahui anak didik kita sebagai bekal sebelum mereka dewasa.

Jadi, nantikan kami langsung di sekolah Anda!!

Advertisements