Menanggapi tulisan saya beberapa hari yang lalu yang berjudul “ga mau ribut”, seorang bapak mencoba-coba menguji kesabaran saya dengan membuat saya kesal dengan komentar-komentar miringnya. Akun twitter bapak ini terpaksa saya block beberapa hari yang lalu karena isinya tidak etis dan seharusnya tidak dituliskan di forum umum seperti twitter. Dalam komentarnya (yang tidak saya approve untuk melindungi bapak ini, juga menjaga etika penulisan), bapak ini mempertanyakan, apakah tidak mau ribut sama dengan memblock akun twitter seseorang.

Tulisan saya berikut ini adalah semacam penjelasan untuk pembaca lain mengenai apakah keputusan memblock akun seseorang adalah bentuk “ga mau ribut” … atau ada alasan lain? Saya menulis ini agar tulisan saya sebelumnya tidak disalahartikan

Menolak untuk menghindari konflik berbeda dengan terang-terangan mencari konflik dengan orang. Bersedia berdiskusi walau harus berdebat berbeda dengan memulai sebuah pertengkaran. Saya mengerti betul Firman Tuhan berkata “orang yang memulai pertengkaran seperti membuka jalan air”(ams 17:14).

Tidak! Maksud tulisan saya sebelumnya bukanlah membenarkan orang yang suka mencari-cari ribut dan perkara dengan orang lain. Maksud saya adalah, ketika kita tidak menyukai sesuatu dari teman atau pasangan kita, atau ketika ada sesuatu yang mengganjal, jangan takut untuk menyampaikannya… jangan memendamnya dengan alasan “ga mau ribut,” kemudian menjadi pahit.

Tentu saja dalam penyampaiannya kita harus bersikap bijak…. namun jika sampai terjadi pertengkaran, hadapi dan selesaikan dengan baik… jangan meninggalkan masalah dalam keadaan tidak selesai yang akhirnya berpotensi menjadi penyebab masalah lain yang lebih besar.

Ketika kita bertemu dengan seorang yang cari ribut… misalnya, menantang kita atau terang-terangan menghina kita tanpa alasan logis, Firman Tuhan memberi solusi, “undurlah sebelum perbantahan dimulai”. Seseorang terang-terangan memulai pertengkaran, hindari, jangan diladeni.

Ketika kita berusaha mencari solusi untuk kebaikan, biasanya perdebatan atau pertengkaran hanyalah alat untuk mencapai tujuan…  Pertengkaran yang disulut oleh suatu kebencian tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baik. Begitu juga keributan yang dihasilkan sesuatu yang tanpa alasan.

Bertengkarlah hanya dengan orang yang kau kasihi, karena pertengkaran itu pasti terjadi untuk menyelesaikan suatu masalah, dan setelahnya, hubungan akan lebih kuat… karena kau makin mengenal mereka.

Hindari pertengkaran dengan orang yang kau tak yakin memiliki hubungan yang cukup dekat, karena pertengkaran itu hanya membuat lelah, dan menjaga jarak adalah keputusan yang tepat.

Saya beri contoh, ketika Anda bertemu orang di jalan yang tiba-tiba memaki Anda, jangan pedulikan… mungkin saja dia orang yang terganggu jiwanya.

Namun jika saudara atau sahabat atau pasangan Anda memaki Anda, pedulikan, dan selesaikan. Mungkin Anda sudah menyakiti hatinya. Mungkin ada kesalahpahaman. Jika Anda mengasihi mereka, bereskan segera masalahnya.

Selanjutnya…..

Dalam hidup tak selamanya kita cocok sama orang lain, bukan? Saya yakin orang dewasa akan menyadari orang-orang yang tidak memiliki chemistry yang cocok dengan mereka. Mungkin ada orang yang pernah bermasalah dengan kita, dan ketika masalah itu selesai, walau kita ampuni, kita tidak yakin bisa tetap menjalin hubungan yang sangat dekat.

Ini sangat normal dan manusiawi. Firman Tuhan tidak memerintahkan kita untuk menyukai semua orang, melainkan untuk berusaha hidup damai dengan semua orang.

Untuk orang-orang yang saya sebutkan tadi, menurut saya, hal paling bijak yang bisa kita lakukan untuk menjaga hubungan tetap baik adalah menjaga jarak (ini tidak berlaku bagi suami/isteri/anak/orangtua/adik/kakak). Batasi hubungan dalam kewajaran dan profesionalisme, jangan ikut campur urusan mereka, jangan cari gara-gara, dan berusahalah tetap damai.

Bagaimana jika mereka yang mencari ribut? Sekali lagi… abaikan, ketika mereka memulai pertengkaran, undurlah sebelum terjadi perbantahan.

Yah…. mudah-mudahan apa yang saya tulis cukup jelas. Karena tidak ada kolom komentar, saran dan kritik bisa dikirik ke email saya.

God bless…

Advertisements