image

Saya tadi di jalan melihat BMW keren yang hanya muat untuk 2 orang. Bukan berarti saya belum pernah melihatnya, tapi tadi saat saya melihatnya, saya memiliki suatu perasaan berbeda seperti perasaan yang biasa saya rasakan. Biasanya saya memandangnya dengan penuh kekaguman setengah kepingin… “duh mobil keren berharga miliaran… yang punya pasti keren abis”. Hari ini saya melihatnya dan merasa iba dengan pemiliknya.

Anda mungkin penasaran, kenapa saya tiba-tiba merasa iba. Baik, akan saya bawa Anda ke pola pikir saya (tolong dipahami bahwa ini adalah pemikiran saya sendiri… tidak ada benar atau salah dalam sebuah pemikiran. Anda mungkin bisa menganggap saya aneh, tapi saya mengambil resiko itu).

Pertama, saya berpikir, untuk apa orang membeli mobil berharga miliaran yang hanya bisa dinaiki dua orang? Untuk prestige? Kebutuhan? Investasi? Apa?

Kedua, teman seperti apa yang akan dimiliki orang yang memiliki mobil itu? Pastinya teman berduit yang juga punya mobil bagus. Karena kalau misalnya temen yang ga punya mobil pengen nebeng, bakal susah…

Ketiga, apa yang dia rasakan saat membawa mobil itu atau memarkirnya? Tenang? Takut terbaret? Takut maling?

Ya…. beberapa pertanyaan itu bukan untuk dijawab,alias pertanyaan retoris yang muncul di benak saya, yang membuat saya iba ketika melihat mobil itu.

image

Saya juga pernah melihat smart car, mobil lucu dengan muatan 2 orang. Hmm, mungkin mobil-mobil seperti itu memang diciptakan untuk orang-orang yang:
1. Sanggup membeli lebih dari 1 mobil.
Kalau orang yang memilikinya berkeluarga, seharusnya dia punya mobil lebih dari satu yang dapat digunakan untuk bepergian dengan keluarganya.
2. Tidak memiliki keluarga, jomblo, atau anak kos
Supaya praktis, tidak perlu space tempat parkir besar, dan tidak membutuhkan mobil besar
3. Tidak suka direpotkan
Supaya ga usah ditebengin atau antar-antar orang.
4. Tidak suka pakai supir
Mau duduk di mana kalau pake supir?

Kesimpulannya, mobil itu dibuat untuk orang-orang yang suka berkendara seorang diri atau paling banyak berdua? Kalau boleh saya menyebutnya “mobil yang eksklusif”. Jangan salah sangka… bukan pemiliknya yang eksklusif, tapi mobilnya…. karena dirinya selalu ingin berdua dengan pemiliknya. Prinsipnya, mahluk ketiga boleh, tapi tidak untuk keempat dan kelima. Ga salah mereka dinamai SMART car!!

Advertisements