Giliran saya melakukan kesalahan


Baru saja handphone saya hilang. Tidaaaaak… Kini giliran saya kehilangan Handphone setelah kemarin saya menulis tentang handphone teman saya yang hilang berkali-kali…

Arogansi saya sering mengatakan… bahwa saya jarang sekali melakukan kesalahan, hahaha (mama saya sering kesal kalau saya bilang begini… Baik, semua orang kesal, bukan cuma mama). Jadi saat ada orang yang bilang “tuh kaaaan”… Saya cuma jawab “ooh, berarti saya sudah 99 kali melakukan apa yang benar sampai sekarang bisa seperti ini.

Tunggu…! Jangan senang dulu mendengar saya akhirnya kehilangan Blackberry… Baca dulu cerita saya.

Jadi ceritanya, saya sedang BBMan dengan adik saya (benar kata orang, BBM bisa membuat orang jadi pikun dan ga peduli lingkungan). Saya ke toilet untuk cuci muka. Sepertinya saya taruh di atas tempat tissue. Biasanya saya selalu ingat karena saya bawa tissue untuk mengeringkan wajah saya. Tadi, saya lupa membawa tissue sehingga saya buru-buru ke kantor saya untuk mengeringkan wajah saya. Akibatnya, HP itu tertinggal.

Sampai di situ saya belum sadar kalau saya kehilangan HP.

Di kantor saya ada seorang ISS hitam manis dengan tampang baby face sedang membersihkan kaca depan kantor saya. Saya lihat dia membersihkan dengan luar biasa hingga handle pintu bagian luar saya mengkilap sekali. Saya minta tolong dia untuk sekalian bersihkan handle bagian dalam. Saya buka lebar pintu saya dan saya keluar dari ruangan saya, masuk ke ruangan sebelah kantor saya.

Tidak lama, saya kembali ke kantor saya yang masih terbuka untuk mengambil HP saya. Di situ saya sadar HP saya tidak ada. Saya telepon pun ada yang menjawab “maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan periksa kembali nomor tujuan anda”. Saya periksa kembali, telepon lagi, dan jawabannya sama.

Teman saya yang kemarin saya ceritakan kehilangan HP buru-buru ke pos security untuk melapor. Menurut cerita teman saya, saat dia melapor, ada seorang ISS yang menyapu bagian depan kantor security (yang sebenarnya bukan bagian dia dan tidak perlu disapu). ISS itu adalah ISS yang sangat ceria, dan saya tahu dia karena selalu melakukan tugasnya dengan sukacita (sepertinya menjadi petugas kebersihan adalah sweet spotnya).

Setelah security mendengar laporan teman saya, dia langsung memanggil ISS ceria ini dan bertanya “hei, siapa danru kamu yang tugas?”. Bukannya menjawab, dia malah bertanya balik “ada masalah apa pak”. Security itu jadi kesal dan berkata “siapa danru kamu??”, dia tanya lagi “masalahnya apa pak?”. Karena tidak sabar, deputi security menjelaskan mengenai kehilangan hp. Dia tiba-tiba menjawab “oh, hapenya ada di saya pak. Dan tiba-tiba ngibrit lari dari pos itu”.

Itu dari sisi teman saya…

Dari sisi saya, setelah merunut balik, saya sadar bahwa sepertinya kemungkinan HP saya ada di toilet. Jadi saya ke toilet dan bertemu dua orang security dengan tinggi tubuh sedang tapi badan kekar. Mereka baru keluar dr toilet pria. Saya kemudian bertanya pada mereka dan menjelaskan duduk masalahnya, mulai dari toilet sampai pembersihan handle pintu.

Ketika sedang enak-enaknya curhat dengan dua security itu, tiba-tiba si ISS ceria lari-lari ke arah pintu darurat (seberang toilet) ambil nyengir dan berteriak “hapenya ada di saya buuu”. Saya kontan menjawab “wah, untung si mas yang nemuin”. Dia teriak lagi “tunggu ya buuuu”. Saya jawab “oke maaaas”.

Saya kemudian kembali ke kantor saya dan menunggu ISS itu, setelah kedua security itu mengatakan akan memasang mata dan telinga mulai saat itu (entah apa maksudnya).

Tak lama kemudian, ISS ceria itu datang sambil nyengir dan mengembalikan HP saya dan pergi.

Setelah saya terima, saya lihat ternyata HP saya dalam keadaan off dan locked. Di ruangan itu ada siswa saya. Sekitar jumat yang lalu, saya baru membahas tentang kejujuran dengan siswa saya. Masalah yang diangkat adalah menemukan HP yang tertinggal (saya mengambil contoh dari papa saya).

Saya katakan bahwa ketidakjujuran pertama terlihat saat kita mematikan HP atau membuat pemilik tidak bisa menghubungi kita. Jadi saya bahas kembali masalah tersebut dengan siswa saya (benar-benar moment yang tepat, pikir saya).

Teman saya, masih merasa ada yang salah, mengajak saya untuk bertemu danru security. Saya katakan pada teman saya, tidak perlu buat berita acara. Ini mutlak kesalahan saya dan ISS Ceria itu sudah mengembalikannya.

Setelah melapor mengenai bagaimana ISS Ceria itu mematikan frekuensi HP saya dan mengusulkan dibuatnya prosedur jika security dan ISS menemukan barang yang tertinggal, kami kembali ke kantor.

Baru saja, ISS ceria itu mampir ke kantor kami untuk menceritakan betapa gugupnya dia menemukan HP di toilet wanita (ISS itu pria) karena tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Saya simpulkan, rupanya hati nuraninya masih berbicara dan berperang dengan keinginannya…artinya, dia orang baik…

Menurut saya, saat hati nurani kita masih memberitahu kita apa yang benar dan salah, artinya Tuhan masih berbelas kasihan sama kita.

Jika hati nurani kita tak lagi bicara, artinya kita terbiasa melakukan apa yang salah, dan itu adalah warning… Apakah kita masih bisa disebut manusia bermoral??

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s