Mencuri atau Menemukan


Baru saja partner kerja saya kehilangan handphonenya (LAGI). Kalau sebelumnya handphonenya hilang karena ditaruh di atas motor di basement lalu ditinggalkan ke atas, kali ini handphonenya ditinggalkan di atas motor di depan kantor, lalu ditinggal masuk untuk sebentar saja ke dalam kantor.

Sepertinya ada orang yang lewat, tergoda dan mengambil dari atas motor itu. Saya kemudian menelepon nomor yang bersangkutan, tapi rupanya orang itu mengatakan bahwa suara saya tidak jelas. Kemudian saya BBM, dan orang itu menjawab tidak dapat mengantarkan ke sini karena hujan.

Saya lalu balas BBM-nya, bagaimana jika saya saja yang mengambilnya ke sana. Dia menjawab kalau dia di luar kota. Sebenarnya saya sudah emosi, yang benar yang mana, hujan atau di luar kota. Tapi dengan pertimbangan takut nanti dia bete dan ga mau kembaliin, jadi saya menahan diri dan meminta teman saya langsung berhubungan dengannya.

Adik saya pernah bercerita tentang temannya, seorang resepsionis yang menemukan blackberry di ruang tunggu kantor tempat dia bekerja. Bukannya menunggu si empunya datang, teman adik saya buru-buru mengambil dan menyembunyikannya, dan mematikan handphone tersebut, hingga ketika si empunya datang maka tidak dapat menemukan blackberrynya.

Beberapa hari yang lalu Blackberry saya juga tertinggal di toilet Gold’s Gym… Tidak lama setelah saya keluar, Cleaning Service bertanya pada yang berada di ruang ganti “ini HP siapa?”, yang mana saya acungi jempol sampai sekarang.

Papa saya pernah mengajak diskusi kami, anak-anaknya. Jika kalian menemukan handphone, dan tidak tahu siapa yang punya, apa yang akan dilakukan? Kami sepakat jawabannya adalah menunggu telepon dari si empunya untuk kemudian mengembalikannya. Jika tak ada telepon juga, pilih satu dari kontak yang ada dan hubungi.

Kembali ke kasus teman saya. Kehilangan HP pertama di basement menurut saya mutlak adalah kesalahan teman saya. Si penemu juga memang salah karena tidak menunggu telepon atau mencoba mengembalikan. Tapi kelalaian teman saya membuat hapenya hilang.

Kehilangan HP kedua sebenarnya juga merupakan kesalahan teman saya. Tapi kali ini HP tersebut bukan berpindah tangan ke “penemu”, tapi ke “pengambil”, karena jelas-jelas HP itu ada di motor di depan kantor yang terbuka. si pengambil itu berjanji besok-besok akan mengembalikannya. Saya sih berharap dia mengembalikan… Hmm, mungkin ini bahan taruhan yang bagus, hehe…

Jika saya menanyakan kepada Anda apa yang papa saya tanyakan pada anak-anaknya. Jika Anda menemukan HP tergeletak begitu saja, apa yang akan Anda lakukan?

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s