Setelah hari-hari yang menyenangkan ini


Beberapa hari ini menurut saya adalah hari-hari yang sibuk, tapi menyenangkan. Tamu-tamu jauh yang datang, kebersamaan, melihat adik saya menikah… Beberapa hal unik akan saya catat di sini, setidaknya hal-hal yang menurut saya tak terlupakan dan patut disyukuri:
1. Melihat begitu banyak souvenir yang mama buat selama dua tahun berturut-turut tidak berhenti dibungkus untuk dibagikan dalam pernikahan adik saya. Proses membungkusnya itu lho… Sibuk, tapi menyenangkan…
2. Tiba-tiba Bandung menjadi macet total di hari rabu sehingga sepupu tercinta dari surabaya harus bermacet-macet untuk mendapatkan oleh-oleh…
3. Bertemu keponakan-keponakan kecil yang adorable, luar biasa… Melody dan Austin kecil…
4. Melihat adik kecil saya (dia tidak suka dipanggil adik kecil, tapi bagi saya dia tetap adik kecil saya) mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahannya.
5. Melihat adik kecil saya begitu cantik di hari jumat dan sabtu
6. Membangunkan adik kecil saya dan memperlakukannya seperti benar-benar adik kecil untuk terakhir kalinya…
7. Melihat adik kecil saya berjalan ke altar didampingi papa…
8. Acara pemberkatan gereja yang dipenuhi air mata (saya masih curiga ini skenario adik kecil saya agar semua yang hadir menangis)
9. Acara pesta yang didahului hujan lebat disertai angin dan petir menyambar-nyambar, tapi berhenti tepat pada waktunya… (Di setiap acara besar saya, Tuhan memberi hujan buesar…mungkinkah ini cara-Nya menguji doa?)
10. Pesta yang luar biasa… Hebatnya adik ipar dan adik kecil saya mengatur semua ini… Ternyata mereka berdua memang sudah besar… Pesta itu adalah awal kerjasama yang baik…
11. Melihat diri saya sendiri di cermin setelah make up… Hahaha (poin ini bisa dilewatkan aja deh)
12. Menyadari bahwa papa mama saya masih terlihat tampan dan cantik di usianya yang sudah berkepala 6…
13. Anak didik saya yang menyanyikan lagu-lagu saya dengan luar biasa… Tidak ada yang menyanyikan lagu saya sebaik dia… Begitu polos, tepat sasaran, tanpa rekayasa dan tidak berlebihan…
14. Terakhir, untuk membuat kami tetap membumi, menemukan di rumah salah seorang tante, cover undangan adik saya (yang adalah buku dengan foto adik ipar dan adik saya di covernya) ditutupi oleh stiker obat kecantikan khusus di bagian adik ipar dan adik saya saja… Sepertinya suami tante saya (yang memang sejak lama memiliki chemistry yang kurang cocok dengan saya) yang melakukannya… Entah karena alasan apa…

Mama begitu emosi… Tapi dipikir-pikir, lucu juga… Saat mama tanya kenapa ditutupi stiker, jawabannya “karena kita biasa memodifikasi undangan nikah” (saya tidak yakin dia mengerti arti kata “modifikasi”), benar-benar lucu dan menghibur (walau saya tetap tidak bisa mengerti cara berpikir suami tante saya itu)

Semuanya membuat saya begitu bersyukur untuk hari-hari ini…, disamping rasa syukur lain karena semua saudara begitu baik untuk tidak bertanya “kapan giliranmu”…

Sekarang semua sudah selesai (walau tidak untuk adik saya yang baru memulai)..

Back to routine…

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s