Kendali diri itu…


Kita tidak bisa mengendalikan pikiran orang lain yang ada di sekitar kita, yang bisa kita kendalikan adalah bagaimana kita bersikap dalam segala situasi.

Kalimat di atas merupakan kalimat yang sering diucapkan oleh motivator, dan saya dengungkan berulang-ulang dalam beberapa hari belakangan. Pada anak didik saya khususnya, pada diri saya dan adik saya.

Sulit sekali ternyata mendidik dan membesarkan seorang anak remaja, terutama jika kita tidak membesarkannya sejak kecil. Beberapa kali tersandung dengan masalah yang sama membuat kami, pendidik dan wali merasa sangat kesal dan ingin marah berkali-kali.

Beberapa masalah yang sebenarnya sangat umum dan merupakan masalah saya juga saat saya dewasa (mungkin sampai saat ini), yaitu: bekerja setengah-setengah, menunda-nunda, dan membuang-buang waktu sembarangan.

Saya saat ini berpikir, apakah tiga hal tersebut menjadi concern saya karena hal-hal tersebut juga pernah menjadi masalah saya dulu, dimana orangtua saya berulangkali memarahi saya karenanya.

Saya masih ingat mama saya memarahi saya karena tempat cuci piring yang masih kotor setelah saya mencuci piring, “kerja teh jangan setengah-setengah atuh”, kata mama saya.

Saya juga masih ingat papa saya menasihati berkali-kali “jangan tunda sampai besok apa yang bisa dilakukan hari ini”, karena saya ketinggalan barang atau kelupaan sesuatu.

Juga ketika mama saya berkali-kali meminta saya melihat jam saat siap-siap ke sekolah agar tidak ada waktu yang terbuang percuma (sudah pernah saya postkan di blog ini).

Tidak pernah saya sangka bahwa semua hal tersebut berbalik pada saya seperti karma. Sejak memutuskan menjadi wali seorang anak remaja berusia 14 tahun (sekarang 15 tahun), saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan merasakan apa yang orangtua saya rasakan terhadap saya.

Tiap hari diisi dengan kekesalan dan kemarahan karena tiga hal tersebut di atas.

Kemarin, di tengah-tengah putus asa saya, saya mengatakan pada anak didik saya apa yang mama saya pernah katakan pada saya (tentu dengan bahasa yang lebih keren, tapi intinya sama),

“saya ga bisa ngendaliin kamu, Beth… Ga ada yang bisa ngendaliin kamu, bahkan mama dan bapak kamu juga ga bisa. Cuma kamu yang bisa mengendalikan diri kamu sendiri. Jadi, sekarang saya minta tolong sama kamu, kendalikan diri kamu untuk melakukan yang terbaik apapun yang menjadi bagian kamu. Kendalikan diri kamu untuk tidak menunda-nunda dan buang-buang waktu, dan beri informasi untuk setiap masalah yang ada”

Hari ini, Abeth menunjukkan kemajuan yang pesat… Sepertinya nasihat-nasihat mama saya cukup ampuh…

Ps: hari ini ci Josephine sudah memberikan endorsementnya untuk “letters from parents”. Thank you ci… God bless you

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s