Dua jam saja di apotek membantu papa (baik, lebih tepat dikatakan nyusahin papa karena saya ga bisa membantu apapun), saya menemukan ada suatu fenomena aneh dari banyak orang saat ini.

Kebanyakan yang datang ke apotek untuk membeli obat itu melampirkan KTP-nya. Aneh sekali kan? Waktu saya membeli resep sakit gigi atau resep obat anjing nenek saya, saya ga perlu pake fotokopi KTP. Kenapa orang-orang ini datang berbondong-bondong memberi fotokopi KTP-nya pada papa saya supaya dapat obat?

Jadi saya tanya pada papa saya yang sejak dulu ga pernah malas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seringkali saya tanyakan dengan nekat “pa, kenapa sih harus pake KTP”. Papa jawab “soalnya obat keras”.

“Kenapa pa, dokter memberikan obat sekeras itu?” (Walau saya ga tau sekeras apa). Papa bilang, biasanya dokter memberikan untuk mereka yang dalam masa pemulihan setelah menggunakan narkoba.

Setelah saya amati, ternyata ada dua tipe obat keras yang diminati oleh dua tipe orang yang datang dengan ekspresi berbeda.

Tipe yang pertama membeli Calmlet. Setelah kemarin berdebat cukup panjang mengenai masalah tidak penting dengan adik saya, akhirnya saya bisa juga mengorek dari dia apa itu Calmlet, yang dijawab dengan singkat “camlet itu obat tidur, bikin yang minumnya tidur (ya iyalah, namanya juga obat tidur)”

Nah, tipe yang membeli camlet ini, jika yang membelinya langsung yang bersangkutan, atau yang namanya ada di ktp, maka si pembeli biasanya terlihat sedang teler… Mungkin karena tidur yang cukup lama, bangun, minum obat, bobo lagi, bangun lagi…jadi teler dan agak bodoh

Pernah satu kali papa saya memarahi seorang pembeli Calmlet karena dia memfotokopi resep dokter dan mengubah tanggalnya. Papa saya itu tipe jujur. Dia mendahulukan kebenaran daripada uang. Jadi, dia ga mau kasih obat sama orang itu. Sebaliknya orang itu dimarahi dan disuruh pulang aja. Tapi karena orang teler, dimarahi papa saya dia jawab “terimakasih ya om, saya ga akan boong lagi deh” dengan ekspresi wajah mau nangis.

Teman-teman, kadang kalau dalam masalah saya ingin bisa tidur lama, berharap ketika bangun, masalah semua selesai. Ya, ketika hari-hari menjadi sulit dan melelahkan, biasanya kita ingin tidur panjang dan iri pada beruang yang bisa hibernasi saat hari-hari sulit.

Mungkin orang-orang peminum Calmlet ini adalah orang-orang yang tipenya lari dari masalah… Ya, orang-orang Calmlet… Orang-orang yang lari dari masalah dengan tidur.

Tapi percayalah, tidur ga akan menyelesaikan masalah. Anda harus menghadapinya.. Apa? Tidak berani?
Terlalu lelah? Kalau gitu Anda butuh penghiburan… Tahukah Anda dimana mendapatkan penghiburan yang menenangkan? Di akhir artikel nanti saya kasihtau

Tipe kedua adalah pembeli dumodil, eh salah…dumolid dan alprazolam (baru tanya lagi sama papa). Untuk dumolid ini saya gak tanya adik saya, melainkan langsung kepada si pengguna. “Mas, kenapa sih minum dumolid”, dijawab “supaya semangat neng”. “Lho, memangnya kalau ga minum ini ga semangat”, “asa kurang neng. Mun minum ieu mah, langsung we semangat”

Saya jawab “ah, sugesti kali mas. Cobain aja pura-pura udah minum, jadi kalau belum minum, di pikirannya bilang ‘saya udah minum’ gitu”. Dijawab “ga bisa atuh neng”

Menurut orang lain lagi, obat itu membuat dia pede saat memasarkan dan menjual produk yang dia jual. Ya, biasanya pembelinya itu para sales yang sebenernya mungkin minder dan ga percaya diri.

Orang-orang pembeli dumolid dan sejenisnya biasanya datang dengan semangat, wajah berseri-seri (mungkin karena pengaruh obat). Tapi jika obat itu tidak diminum, mereka akan kembali jadi kura-kura yang bersembunyi di balik tempurungnya.

Teman-teman, di antara kita juga mungkin pernah ngalami seperti orang-orang tipe kedua. Kita pernah merasa sangat malu sehingga berharap bisa menemukan sesuatu untuk jimat sehingga kita tidak malu lagi, atau minum obat yang membuat kita lupa siapa diri kita.

Orang-orang yang beharap agar citra dirinya dilapisi dengan citra diri lain yang bukan dirinya karena pada dasarnya ia tidak bangga dengan dirinya.

Saya juga pernah berpura-pura menjadi seseorang yang bukan saya agar diterima orang lain. Tapi, apakah itu ampuh? Tidak!

Jika Anda pemalu, yang harus Anda lakukan adalah kenali kekuatan diri Anda, temukan apa yang membuat Anda malu, dan perangi…

Tapi ada satu hal obat yang paling ampuh… Jika Anda minder, ketahui satu hal, Tuhan mengasihi Anda dan menurutnya Anda itu ciptaan yang istimewa!! Jika Tuhan mengasihi Anda, dan jika di mata-Nya Anda istimewa, kenapa harus minder.

Tapi satu hal lain harus diingat, Tuhan ingin kita menjadi semakin baik hari demi hari. Ambil training marketing, latihlah diri Anda…

Saat ini, apakah Anda orang-orang Calmlet atau orang-orang Dumolid? Apakah Anda orang-orang yang lari dari masalah hidup atau orang-orang yang minder? Ada satu obat ampuh yang melebihi Calmlet dan Dumolid… Come to Jesus.. He really cares!

Orang-orang Calmlet, Dia pernah berkata “kemarilah pada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan padamu”

Orang-orang Dumolid, Dia pernah berkata “oleh karena Engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi Engkau”

Tunggu apalagi, come to Him… NOW

 

Advertisements