Ngomong-ngomong soal endorsement


Pernah dipuji? Bagaimana rasanya menerima pujian? Senang?

Pernah minta dipuji? Bagaimana rasanya minta dipuji? Malu? Hahaha…

Saat ini saya sedang menunggu “endorsement” untuk buku saya dari beberapa orang yang saya hormati. Tidak, bukan pujian untuk saya, tapi karya saya,… Apa bedanya?

Saya menulis sejak 2009, tulisan-tulisan yang hanya sekedar dimasukkan ke blog saya (www.greissia.wordpress.com). Beberapa memuji tulisan saya, beberapa mengatakan saya hanya menulis tulisan ironis, beberapa lainnya mengecam tulisan saya (kalau belum pernah masuk blog saya, jangan cepat-cepat ambil keputusan, silahkan mampir dulu :))

Saya sadar bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Kemarin berkali-kali adik saya mengungkit-ungkit soal yin dan yang, entah dalam konteks apa, karena saat itu kami sedang bercanda ngalor ngidul seperti biasanya. Ya, tidak mungkin kita berharap semua orang menyukai kita dan karya kita. Suatu penyeimbang yang membuat hidung kita tetap di tempatnya.

Memberanikan diri, saya menulis sebuah buku, “letters from parents” yang sebagian besar merupakan kumpulan nasihat orangtua saya… Yang luar biasa!

Sama seperti buku lain, saya berusaha mengumpulkan endorsement / pujian dari beberapa orang yang cukup berpengaruh yang saya hormati. Sebenarnya ide meminta pujian ini menggelikan juga awalnya. Tapi sepertinya hal ini diperlukan untuk membesarkan hati penulis, apalagi yang baru pertama kali menulis, seperti saya.

Satu hal yang harus saya ingat (seperti kata-kata film V-for-Vendetta), “orang sebaiknya menghargai ide, bukan orang yang mencetuskan ide. Orang bisa mati, tapi ide terus hidup”. Ya, apapun pujian yang saya dapat, saya harus ingat, mereka memberikannya untuk ide yang Tuhan berikan. Intinya… It is not for me at all… Tuhan yang memberi ide, saya pelaksana. Ide itu yang saat ini sedang mereka olah untuk diberikan endorsement.

Terimakasih buat para pemberi endorsement yang sudah bersedia. Yang terhormat Ibu Nurhayati Tanudjaya yang selalu akan saya hormati dengan luar biasa, kepala sekolah saya sejak SMP dan rekan saya saat menjadi guru SMA, teladan saya.

Bapak Gagan Gunawidjaja Wei, buat kata pengantar dan endorsementnya… Ya Ampun… Apa yang Bapak lakukan benar-benar menguatkan saya, dan memecut saya untuk melanjutkan proyek ini dengan semangat… Bapak adalah ayah yang luar biasa, saya bisa melihatnya dari anak-anak Bapak…

Yang terhormat Bapak Jopie Rattu. Penyokong yang luar biasa. Menara Ministries lahir karena saya “menandatangani kontrak” dengan Bapak, terimaksih untuk dukungan yang SELALU bapak berikan.

Yang terhormat Ibu Lily Efferin. Saya kagum sekali dan selalu ingin jadi seperti ibu. Terimakasih atas kesediannya. Ibu penulis yang luar biasa, wanita hebat, pelayan Tuhan yang rendah hati.

Yang terhormat Bapak Timotius Adi Tan. Kesediaan Bapak saja sudah cukup membuat saya senang sekali dan bersyukur. Naskahnya belum sempat saya berikan, besok ya Pak…

Yang terhormat Ko Harry Utomo. Thank you lho ko pernah mampir ke blog saya dan menyarankan saya menulis buku. Kerendahan hati koko menjadi teladan buat saya, terimakasih sudah bersedia membaca naskah saya dan membuatkan endorsement.

Yang terhormat Cici Josephine Kantjana. Walau sudah lama tidak bertemu, cici masih bersedia membantu saya kali ini. Makasih banyak buat kesediaannya. Ci Josephine juga salah satu yang saya teladani, istri dan ibu yang luar biasa.

Yang terkasih Ci Retty… Terimakasih buat kebersamaan kita sejak 1997. Semua hal yang terjadi benar-benar merupakan pengalaman berharga buat saya… God bless you… Thanks ya ci udah bersedia membaca dan memberi endorsement, ditunggu lho…

Saya menunggu endorsement dari mereka selesai, setelah itu buku akan naik cetak…

Target saya adalah sebelum natal, karena kemungkinan besar 16 Desember kami akan me-launching buku itu…

So, please pray for me friends…. Terimakasih semua yang sudah mendukung…

Teristimewa buat Yovi, adik saya termanis, Intann sahabat yang luar biasa dan cici Yulia terkasih…,you guys are the best support ever…

Tunggu kelanjutan buku saya… GBU

Advertisements

One thought on “Ngomong-ngomong soal endorsement

  1. W媪ː̗̀ː̖́нћ nama aku disanaaa…. ƗƗέƗƗέƗƗέ..​(ړײ )
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Yulia Mey..

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s