Kemarin saya bertemu lagi dengan seorang sahabat lama. Saya bukan orang yang mudah mengatakan “sahabat” pada seseorang. Tapi orang yang saya temui kali ini benar-benar seorang sahabat terkasih. Sahabat yang sudah lama sekali tidak berjumpa langsung (walau sering juga bicara lewat BBM).

Kalau dipikir-pikir, BBM dan fasilitas chatting memang aneh. Saya sama sekali tidak sadar kalau sudah lama sekali saya tidak berjumpa dengan sahabat saya. Karena namanya ada di kontak BBM saya. Kapanpun saya teringat dia, saya bisa mem-PING atau mem-BBM dan dia akan menjawab (walau tidak langsung).

Sekitar tiga jam kami bicara. Betapa pendeknya waktu kalau kita bersama mereka yang kita kasihi. Begitu pendek sehingga saya tidak sadar kalau hari telah gelap.

Ada satu hal yang mengganggu pikiran saya sejak perbincangan dengan sahabat saya kemarin. Dalam salah satu topik yang kami bicarakan, kami menyinggung masalah rumor tidak enak yang menyangkut diri saya. Well, saya memutuskan rumor itu tidak perlu dibahas di sini, yang jelas rumor itu tidak benar, dan hanya berita murahan saja.

Di luar perkiraan saya, ternyata ada beberapa teman yang mengamini rumor tersebut (tanpa tahu kebenarannya) dan meyakinkan orang lain bahwa rumor tersebut benar, walau sebenarnya dia sendiri tidak yakin.

Tidak, saya tidak akan berusaha menemui orang-orang itu satu persatu karena tidak ada gunanya. Saya pun tidak akan melabrak atau memarahi mereka. Walau kadang saya suka marah, tapi untuk hal itu saya rasa tidak perlu.

Saya bersyukur pada Tuhan untuk sahabat saya ini. Beliau mengatakan “saya kenal Greis udah lama, dari Greis masih kuliah” (memang udah 12 taunan). “Sebelum liat dengan mata sendiri, saya ga akan percaya”. God, what a friend…

Saya memahami sesuatu sekarang. Ketulusan seorang teman (atau sahabat), terlihat saat teman atau sahabatnya dalam masalah atau lagi ditimpa gosip. Teman dan sahabat yang memiliki sikap iri atau tidak suka akan dengan segera menyambut gosip, diam-diam menyukai kondisi ini, dan menyebarkannya.

Teman dan sahabat sejati menyampaikan dukungannya. Bahkan seandainya pun rumor atau berita itu benar, sahabat sejati akan langsung bicara pada sahabatnya, tidak menggosipkan atau menyebarkannya…Bukankah seorang yang hilang perlu dicari, bukan sekedar diributkan dan digosipkan. Kalau hanya begitu, kapan ia ditemukan?

Thank you cici Yulia. I’ve learned alot from you… Next time I hear a rumor about my friend, I’ll do exactly just like you… GBU…

Advertisements