Beberapa hari ini saya merenung mengenai begitu banyak hal dalam hidup yang belum saya raih dan betapa sulitnya menjadi sukses (dinilai dari uang yang dimiliki).

Saya merenungkan, apakah karena saya kurang berusaha, apakah karena saya kurang berjuang atau karena memang belum waktunya saya meraih apa-apa yang saya ingin raih, dan belum waktunya saya jadi orang kaya.

Walaupun agak enggan, saya harus mengakui bahwa saya seorang pencipta lagu… Mengapa saya katakan enggan? Karena saya merasa bahwa saya tidak punya bakat musik. Kalau ditanya, saya akan menjawab bakat saya adalah angka, logika dan bahasa. Namun rupanya Tuhan mempercayakan sejumlah lagu-lagu kepada saya untuk dibuat.

Salah satu lagu saya adalah Ku Istimewa, lagu lainnya adalah Terimakasih untuk cinta (lagu-lagu saya bisa didownload di http://www.greissia.wordpress.com). Untuk kedua lagu itu beberapa orang “menuduh” saya menghasilkan banyak uang dari penjualan album.

Sekali lagi, dengan keengganan yang lebih besar saya akan menjawab “tidak, saya tidak mendapat uang untuk publikasi lagu-lagu itu, tidak ada royalti sama sekali”. Seluruh royalti yang sebenarnya disediakan untuk pencipta oleh maranatha record telah dianggap (tanpa ijin saya) sebagai pemasukan untuk pihak lain.

Hal ini membuat saya berpikir, apakah karena saya kurang berusaha memperjuangkan hak-hak saya, atau karena memang belum waktunya saya mendapat hasil dari karya saya.

Satu kemungkinan lagi yang membuat saya tergelitik bertahun-tahun. Jika Tuhan memang memberi saya “anugerah” talenta, apakah kemudian saya tidak berhak untuk menikmati “pengembalian talenta” itu?

Setidaknya hal itu yang terus menerus disampaikan pada saya oleh sang produser ku istimewa, “Jika bukan karena kami, lagumu tidak akan dikenal orang”. Apakah memang begitu?

Janganlah menyebut saya memiliki luka hati atau mengungkit-ungkit masa lalu. Saya menceritakan ini karena hal ini berdampak besar dalam hidup saya saat ini.

Sulit sekali mempercayai “orang gereja” saat ini. Sama sulitnya dengan tetap membuat lagu dan menjalankan talenta ini dan berharap bahwa mudah-mudahan suatu saat karya saya mendapat penghargaan yang pantas.

Bicara soal penghargaan, bagi seorang pencipta sebenarnya penghargaan yang utama adalah jika karyanya dikenal orang. Namun bagi “orang sekeliling pencipta”, penghargaan adalah dalam bentuk royalti. Jadi, bagaimana?

Baik, mari sekali lagi kita kubur masa lalu. Cukuplah ku istimewa menjadi berkat bagi anak-anak, dan mungkin orang dewasa.

Kemarin saya dan beberapa teman berkumpul untuk suatu proyek Paskah. Sebenarnya proyek ini saya rencanakan dibuat untuk paskah tahun ini. Tapi mungkin waktunya belum tepat sehingga kami mengundurnya hingga Paskah tahun depan.

Proyek tersebut akan saya ceritakan detil di blog ini, berikut perkembangannya, sampai nanti jadinya.

Jadi, proyek tersebut adalah… Sebuah album dan buku. Ya, saya membuat 8 lagu baru untuk album ini. Delapan lagu penyembahan yang berbicara seputar salib.

Mengingat ini kali pertama saya membuat album SERIUS untuk orang dewasa, saya mendedikasikannya untuk salib Kristus. Ceritanya, album ini akan berisi kesaksian dari orang-orang yang ada di sekitar salib Kristus. Ada kesaksian dari Maria Magdalena, kepala prajurit, penjahat yang disalib di samping Yesus, dll.

Delapan lagu penyembahan ini akan dibagikan secara free pada hamba-hamba Tuhan sebagai buah sulung kami.

Tapi disamping lagu, saya juga akan mengeluarkan buku (saat ini sudah selesai diedit, tinggal cetak aja) yang berjudul “The Witnesses”, yang berisi curahan hati para saksi tersebut.

Buku dan album ini, hopefully, akan didistribusikan sebulan menjelang Paskah kepada hamba-hamba Tuhan, diikuti dengan penjualan secara gerilya.

Saya berusaha menghilangkan trauma saya pada pembuatan album karena kali ini, kami akan memproduksinya sendiri.

Saya berdoa supaya Tuhan menyelidiki hati saya dalam pembuatan lagu ini. Tidak ada maksud “membalas dendam”, walau ada maksud mengobati trauma (yang artinya saya tetap mengingat pengalaman pahit masa lalu yang berusaha saya lupakan).

Buat para pembaca blog ini. Ketika buku dan album selesai dan saya memberitahukannya, saya akan membagikan 50 paket buku dan album gratis pada kalian semua yang memintanya.

Tolong doakan kami, agar Salib Kristus dan pengorbanannya dapat disaksikan sampai ke pelosok Indonesia.

Advertisements