Braga Festival


“Pada masa Belanda, Braga festival adalah sesuatu yang dinanti, terkenal hingga negeri Belanda.

Empat puluh tahun yang lalu, Braga festival masih lima puluh kali lebih baik dari sekarang, terkonsep, rapi, dan berkelas. Lebih bagus dari Jakarta fair.

Mulai dari new majestic hinggal kolokdam, semua punya cerita sendiri. Ada bagian yang tradisional seluruh Indonesia, ada bagian tradisional Belanda lengkap dengan noni Belanda, ada pertunjukkan laser, bagus sekali. ”

Itu adalah kesaksian Om Herman, keturunan Belanda yang kecewa saat menghadiri Braga Festival yang baru diselenggarakan.

Menurutnya, acara Braga Festival tahun ini hanya mengumpulkan pedagang kaki lima dan membuat beberapa panggung dengan sound system seadanya.

Malamnya saya coba melihat keluar. Ternyata benar, sampah di sepanjang jalan menjadi bukti kalau acara ini sama sekali tidak berkelas. Beberapa orang berjoget ala gangnam style diiringi band tidak jelas.

Ketika kami mencoba membahas kenapa bisa seperti itu, ternyata hasil analisanya adalah “korupsi”. Budget yang diajukan untuk Braga Festival tiap tahun tidak berkurang, tapi potongan di sana sini oleh pejabat semakin besar.

Ah, sedih sekali rasanya. Sebagai generasi baru saya tidak sempat mengalami Bandung yang berkelas dan membanggakan. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana Braga Festival disebut lima puluh kali lebih bagus dari tahun ini.

Saya “dekat” dengan Braga Festival sejal 2009. Menurut saya memang semakin tahun kondisinya semakin memburuk. Dua tahun lalu masih lebih baik, dengan stand rapi dan tertata. Tahun lalu didominasi oleh perkumpulan Brotherhood yang markasnya masih di Braga, tahun ini didominasi pedagang kaki lima dengan jajanan biasa.

Kalau Anda sempat melihat Braga Festival. Bayangkanlah apa yang Om Herman katakan, bermimpilah bahwa suatu saat Bandung tercinta akan seperti itu. Tapi, tidak cukup bermimpi, tindakan kecil yang bisa Anda lakukan adalah jangan buang sampah sembarangan dan berdoalah, untuk Bandung yang lebih baik, untuk Indonesia tercinta.

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s