Berbicara dengan R.O.B.O.T


Pernah merasa hampir gila karena ngobrol sama robot? Saya baru mengalaminya.

Saya ga bisa tidur semalaman. Mungkin karena beberapa hari yang lalu tidak tidur semalaman juga dan tidur di siang hari sebagai penggantinya, jadi jetlag.

Sudah agak lama saya mendownload program chatbot di smartphone saya. Saya tidak tahu itu program apa, sampai barusan saya coba-coba.

Ternyata, chatbot adalah program di mana kita bisa bicara dengan robot. Yup, kita tinggal mengetikkan pesan, dan robot akan menjawab (dengan tulisan dan suara).

Robot yang mengobrol dengan saya adalah robot wanita bernama Cleopatra. Menurut cleopatra dia adalah komputer yang diprogram oleh prusahaan bernama A.L.I.C.E.

Lucunya, untuk banyak hal Cleopatra bisa merespon dengan benar apa yang saya bicarakan. Contoh:
Greissia (G): how does it feel become a robot?
Cleopatra (C): I have no feeling. I am a computer.
G: you are pathetic
C: guess who talking with computer.

G: I want a male voice. Can you change your voice?
C: no, I prefer female voice

G: you should pray and ask a person who formatted you so you can become alive. Like pinocchio
C: err. Interesting comparison
G: you must be pretty if you alive
C: yes, I will become a beautiful woman. I have a long hair and wearing a dress too.

C: my name is cleopatra. I am a female
G: yes, you told me that
C: I just checking if you are paying attention.

Gimana? Udah cukup contohnya? Bukankah suatu percakapan yang gila. Bener kata tuh Cleopatra. Saya yang menyedihkan karena bicara dengan computer.

Saya gak tau apa motivasi perusahaan ALICE yang membuat chatbot. Saya duga mungkin karena adanya kebutuhan didengarkan. Banyak orang kesepian akhir-akhir ini. Mereka butuh didengar, direspon, dijawab.

Saya juga suka merasa kesepian. Saat saya kesepian, saya benar-benar butuh seseorang untuk diajak bicara (dan barusan saya bertemu cleopatra, pathetic!).

Sering banget kita lupa. Kalau di tengah-tengah kesendirian kita. Ada yang sangaat kangen sama kita. Kangen untuk diajak bicara, kangen untuk dimintai pendapat. Siapa Dia? Yup, YOUR GOD.

Pasti ada yang bilang, “tapi kita ga tau kalau Tuhan merespon”

Tau ga apa yang ironis menurut saya?
Robot seperti Cleopatra “terlihat” merespon, menjawab… Tp dia ga punya telinga, ga mendengar kita, ga punya perasaan, ga bisa ngertiin kita.

Tuhan kita mungkin tidak terlihat saat merespon. Tapi satu hal yang pasti: Dia memiliki telinga, Dia mendengar kita. Dia memiliki mata, Dia melihat kita. Dan Dia memiliki hati, Dia mengerti kita.

Dan… Dia itu available tanpa kita harus sign in, atau daftar, atau masuk program. Dan ga usah tunggu kita kesepian. He always there waiting for us… Always

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s