Beberapa hal ironis dalam hidup


Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam hidup kita sering berhadapan dengan hal-hal yang ironis. Saya teringat seorang teman yang “tadinya” tidak suka dengan seseorang yang kaya. Namun di kemudian hari, saat dia menyadari “ternyata” dia bisa mengambil keuntungan dari orang tersebut, maka dia menjadi “sahabat baik”, bahkan bekerja untuk orang itu.

Ya, ada banyak hal ironis dalam hidup ini. Hal-hal buruk disukai, hal-hal baik dijauhi. Bagaimanapun menyebalkannya seseorang, jika dia kaya, tetap banyak orang yang berusaha “menjilatnya” demi suatu keuntungan. Ya, di hadapan orang kaya, semua orang akan tunduk dan berusaha menyenangkannya, walau sebenarnya mereka tidak suka. Ironis.

Saya adalah orang yang blak-blakan. Saya akan mengatakan tidak suka jika saya tidak suka, walau sayangnya saya tidak terlalu ekspresif jika saya suka sesuatu. Saya tidak akan berteriak “ya ampuuuun bagus banget”. Akibat dari sifat saya tersebut, ada seseorang yang mengatakan bahwa saya mengalami kepahitan dalam hidup, ironis.

Seseorang mencap dirinya sebagai orang yang “suka-menyenangkan-orang-lain”. Walau sebenarnya dia tidak menyukai seseorang atau sesuatu, di hadapan yang bersangkutan dia akan berusaha memperlihatkan bahwa dia suka, semuanya baik-baik saja, tidak ada yang salah. Walau di belakangnya dia ngedumel sendiri. Orang tersebut akan mendapat predikat “menyenangkan”. Ya, sekali lagi ironis.

Pemilihan gubernur jakarta kemarin. Tokoh Jokowi dipuja-puja. Kita lihat apa yang akan terjadi beberapa bulan di depan. Akankah ia masih dipuja-puja? Memperbaiki ibukota bukan hal yang mudah, usaha pun membutuhkan waktu. Akankah pemuja Jokowi bersabar, atau mereka akan segera menuntut dan demo saat waktu yang mereka kira tidak sesuai dengan waktunya Jokowi? Jika mereka memilih untuk berdemo dan menghujat, namanya Ironis.

Beberapa kelompok menamakan dirinya pembela agama, membela Tuhan dengan menghancurkan ciptaan yang berharga: harga diri manusia. Membela Tuhan namun melanggar hukum Tuhan yang terutama: kasih. Ironis.

Banyak orang memilih untuk terlihat baik di luar rumah, namun tidak di dalam rumah. Terlihat baik di hadapan orang lain, tapi tidak di hadapan orangtua sendiri. Terlihat baik saat berakting, tapi tidak di kehidupan nyata. Ironis.

Ya, banyak hal ironis dalam hidup kita. Tapi berita baiknya, ini masih di dunia, bukan Surga, sehingga dapat dimaklumi jika banyak hal ironis terjadi. Selama mereka yang tersenyum masih dapat menangis dalam hati, dan mereka yang curang masih dapat mengeluarkan air mata buaya, semua hal ironis masih dapat terjadi. Berita baiknya, sekali lagi, kita masih hidup di dunia.

Hanya satu PR kita. Jangan jadi manusia ironis juga. Menurut saya, lawan dari manusia ironis adalah manusia dengan integritas. Apa yang dirasakan, dipikirkan, dikatakan, semua sama!

Advertisements

One thought on “Beberapa hal ironis dalam hidup

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s