Lagi ribut di twitter soal film “innocence of muslims”. Saya sendiri akhir2 ini jadi orang yang buta informasi… Cuma dapet informasi dari twitter aja.

Tapi kalau dari berita-berita sepintas, rupanya ada orang yang membuat suatu film yang isinya melecehkan Nabi Muhammad.

Dampak dari film itu rupanya cukup spektakuler. Terbunuhnya duta besar di Libya merupakan dampak yang paling luar biasa dari film ini.

Saya pun tidak setuju film itu dibuat. Tapi menurut pemikiran saya, seharusnya umat muslim membuktikan pada dunia bahwa apa yang ada di film itu tidak benar dengan cara berbuat apa yang benar… Hadapi dengan kepala dingin, jangan mudah terpancing dan terprovokasi.

Sama aja kaya gini, ada anak yang difitnah temennya “si anu itu orangnya kasar, suka mukulin org”. Nah si anu ga suka difitnah gitu, dia bukannya membuktikan bahwa dia engga kasar, dia malah pukulin temennya yang fitnah kaya gitu,… Nah apa namanya coba?

Penistaan agama itu sering terjadi. Tidak ada yang dapat dibenarkan dari semua kasus penistaan agama, entah apa itu agama yang dinista.

Janganlah jauh2 di film IOM, bagaimana dengan di twitter atau jejaring sosial lain? Begitu banyak akun yang menamakan dirinya “malaikat terang”, tp isinya saling memaki agama lain…

Penganut agama yang satu mencerca nabi agama lain, dan sebaliknya…

Menurut saya, kita tidak akan pernah terlepas dari perbedaan. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain… Tidak bisa mencegah orng lain punya pendapat atas diri kita… Tapi kita bisa mengendalikan reaksi kita terhadap pendapat orang lain, baik atau buruk…

Perlu diingat jg, kita mencerminkan apa yang kita percayai… Kalau dalam keseharian kita menunjukkan kasih, toleransi dan saling menghargai… Sekitar kita akan melihat bahwa Tuhan yang kita sembah itu memang mengajar kita demikian…

Karena, kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Advertisements