Acara TV yang GOBLOK!


Kemarin, pas lagi makan di salah satu kafe di pusat kota, saya nonton TV yang memang letaknya deket banget ma saya.

Waktu itu TV tsb lagi ada di channel X , acara orang pinggiran. Saya sama sekali ga ngerti kok bisa2nya ada acara segoblok itu…

Jadi ceritanya, acara orang pinggiran itu mengupas kehidupan mereka yang tersisihkan… Sebenernya menurut saya berlebihan jg sih kalau bilang tersisihkan. Lebih tepat kalau dibilang, mereka org yang hidup dalam kekurangan.

Episode yang saya tonton adalah ttg bapak yang udah ga punya istri lagi dan seorang diri membesarkan 5 anaknya yang masih kecil-kecil. Anaknya yang besar bantu bapaknya ngangon (menggembalakan) bebek titipan orang, sementara bapaknya bekerja mengumpulkan nasi aking (nasi bekas) utk dimakan.

Saya langsung muak melihat tontonan itu… Anak kecil berusia 9 taunan yang nangis2 krn mengaku diejek temennya krn menggembalakan bebek (hello… Mereka tinggal di kampung yang mata pencaharian utamanya memang itu..emang temen2nya yang lain ngerjain apaan? Jadi direktur toko besi??)

Saya lebih muak lg liat nasi bekas yang ga dicuci dimasak dan dimakan rame-rame…

Kemuakan saya terbesar adalah ketika si bapak menyusui anaknya (memberikan dadanya untuk diisep2 sama anaknya) sambil nangis-nangis ga jelas…

Menurut saya ini GILA!! Ini adalah kegilaan segila-gilanya yang menggila dengan benar-benar gila!

Tunggu sebentar! Saya tidak mengata-ngatai bapak-bapak ini yang makan, kerja dan tidur sambil nangis krn mikirin keadaannya. Menurut saya yang gila adalah siapapun yang membuat acara ini ada dan tayang di tivi.

Saya akan memberi analisa saya dikit:
1. Apa tujuannya, apa solusinya??
Setiap acara harus ada solusi. “Bedah rumah” memberi solusi rumah yang lebih layak. “Lunas” memberi solusi utang yang terbayar. “Tolong” memberi harapan akan kebaikan. Lalu acara ini? Apa tujuan acara ini selain eksploitasi kemiskinan demi pemasukan tivi?

Ga ada solusi sama sekali yang diberikan untuk bapak dan anak-anaknya. Kalau pun diberi uang. Saya rasa hanya akan cukup untuk beberapa hari saja. Lalu??

2. Untuk keuntungan siapa?
Siapa yang diuntungkan di acara ini?
Keluarga yang diekspos? Ga mungkin kan anak ini (atau bapaknya) dengan bangga crita-crita “eh aku masuk tivi lho”… Trus tetangganya nonton si bapak yang lgi menyusui anak… Bukannya makin diketawain dan makin terpuruk ya keadaannya???

Keuntungan yang menonton? Menurut saya hal paling brengsek yang pernah dipikirkan org adalah “merasa bersyukur karena lebih beruntung dari orang lain”. Itu adalah pemikiran paling absurd, tolol dan picik yang pernah ada. Jangan pernah bersyukur di atas kemalangan orang lain.

Keuntungan siapa? Jelas keuntungan produser dan stasiun tivi. Jadi, apakah bangsa ini sedang “mengambil keuntungan di atas kemiskinan ?”

3. Bangga akan profesinya, naikkan citranya!
Di luar negeri, orang bisa bangga sama profesi mereka, peternak, petani, bahkan tukang bersih-bersih. Kenapa di indonesia justru peternak dan petani dijadikan “orang pinggiran”

Menurut saya, jauh lebih berarti kalau orang-orang spt ini diberi kebanggaan dan citra diri.

Anak ini seharusnya bangga… Sejak kecil dia bisa menjadi peternak bebek. Anak ini seharusnya diberi harapan. Walau bebek pinjaman, tapi dia bisa mengelolanya dengan baik… Memberi makan, membuat bebek-bebek ini bertelor, memilih telor bebek, menetaskan bebek baru… Peternak cilik itu seharusnya dibanggakan, bukan dikasihani!

Ayolah para pengusaha media, kalau ga bisa bikin membuat acara berkualitas dan malah membuat acara goblok, mending bikin acara hiburan dangdut sekalian… Setidaknya, hal itu bisa bikin mereka tersenyum.

Advertisements

ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s