Melihat persiapan menikah saudara-saudara dan teman-teman, membuat saya berpikir… sampai kapan kita harus mempertahankan tradisi yang ada?

Memang benar, orang besar adalah orang yang menghargai sejarah…tapi apa itu artinya tetap berpegang pada tradisi…? yang berbelit-belit dan kadang tanpa tahu maknanya (mungkin jaman dulu orang-orang tua tahu maknanya, jaman sekarang cuma dilakukan karena sekedar tradisi tanpa mengerti maknanya)

Saweran beras…katanya beras lambang kemakmuran, menyawer beras artinya mendoakan kemakmurah… Tapi idealisme saya berkata, “What?? kalau memang mendoakan kemakmuran, jangan cuma sawer beras…doakan dan beri modal usaha dong”

Memberi kue onde … katanya lambang kebahagiaan… lagi-lagi idealisme saya berkata “waduh….kalau mau anak-anaknya akur dan bahagia sampai kakek nenek, ga cukup cuma onde…ada investasi panjang yang sudah ditanam di belakang, dan nasihat serta doa yang harus diberikan di depan”

dan masih banyak lagi tradisi, yang sekedar dilakukan karena melambangkan sesuatu…. lama-lama jadi seperti Not Action Talk Only…

Tapi setiap kali saya mengemukakan hal itu, selalu ditutup… namanya juga masih ada orangtua, ya harus menghormati tradisi…karena pernikahan itu kan menyatukan dua keluarga besar… yang mungkin masih kenal tradisi…

Well, apa tidak mungkin kita membuat tradisi baru, yang lebih simpel, efisien, modern dan maknanya mudah dimengerti di jaman sekarang…. That’s My Big Question

 

Advertisements