Saya memang belum menikah dan punya anak… Tapi kayanya saya tahu deh perasaan mama dan papa saya waktu membesarkan saya dulu.

Saat ini saya tinggal bersama satu orang remaja 14 tahun setiap hari, dan seorang anak laki-laki di akhir minggu…. Teman sekerja saya berkali-kali menyatakan kekesalannya akan sikap anak remaja ini. Kalau saya sih ngerti banget, walau kesal juga sih… Sampai kadang mikir, jangan-jangan ini karma karena dulu saya susah banget dibilangin.

Pertama, masalah saya, dan rata-rata remaja saat ini adalah tidak menghargai pemberian orang lain. Mama dan papa saya mungkin tau dan akan tertawa meledek saya. Kalau dikasih barang sama orang, ga mau dijaga, habis dipakai ga ditaruh ditempatnya lagi, ga pernah dibersihin. Sampai-sampai saking saya kesalnya saya memberikan solusi sama rekan kerja saya, ‘sepertinya ga boleh dikasih… anggap saja semua barang dikasih pinjem. Mungkin dia bakal lebih jaga barang orang daripada barang sendiri hasil pemberian orang”

Masalah kedua adalah tidak menghargai kesempatan yang dimiliki. Mama saya dulu menyuruh saya les piano. Bukannya saya belajar mati-matian, saya malah malas-malasan… Sama seperti anak didik saya… Biola dikasih, guru dikasih…tapi untuk latihan aja, ya ampun!! Sekarang saya baru menyesal… Mudah-mudahan saya bisa membuat dia belajar dari kesalahan saya.

Masalah ketiga adalah tidak teratur. Saya sudah membuatkan jadwal… Jadwal bangun dan tidur sih tepat (namanya sekolah), tapi di tengah-tengahnya, jadwalnya berantakan karena facebook dan entah apa. Makanya saya bisa memaklumi sekarang kalau dulu mama saya melarang saya nonton atau baca sebelum pelajaran selesai. Untungnya dulu saya bisa membuktikan sama mama saya kalau nilai-nilai saya tetap baik… Ini yang saya harus usahakan dari anak didik saya… Lagipula, untung dulu gak ada facebook.

Masalah keempat dan terbesar adalah TIDAK PUNYA IMPIAN… Kalau dulu saat usia 14 tahun saya ditanya, ‘mimpimu apa’…. saya rasa saya asal-asalan jawab “arsitek”, tanpa ada usaha untuk mencapainya… Lucu sekali kalau ternyata saya baru menemukan bahwa saat ini saya ingin jadi penulis (ehm, dan pembalap sebenarnya hehe)… walau belum terlambat, tapi saya selalu berpikir…kalau saja saya tahu dari dulu kalau saya ingin jadi penulis… pasti saya akan kuliah yang mendukung impian saya….

Anak didik saya juga sama…walau punya impian jadi penyanyi atau musisi, saya masih ragu apakah itu benar-benar impiannya atau hanya impian yang kami tanamkan, karena sejujurnya, saya belum bisa lihat usaha dia mati-matian untuk mencapai impiannya….

Jadi kalau ditanya, saya memang masih single, belum punya anak…. but i really know how does it fell to have a teenage girl…. yang jelas kudu SABAR!! 🙂

Advertisements