Membayar Pajak dan Membayar Tuhan

Kemarin tanggal 15. Setiap wajib pajak dan warga negara yang memiliki penghasilan diharuskan menyelesaikan pembayaran pajak penghasilan kepada negara (antara diharuskan atau kesadaran pribadi sih). Dalam proses tersebut, saya tiba-tiba terpikir, “negara meminta 1 persen dari penghasilan kotor, dan gereja meminta 10 persen… yang benar saja!” Sama seperti negara yang sering beriklan membayar pajak, kita […]

Read More Membayar Pajak dan Membayar Tuhan

Antara Kampanye dan Karakter

Tadi pagi saya ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi saya (Percayalah, Anda perlu rutin membersihkan karang gigi Anda, for your own good). Saya memarkirkan mobil saya di seberang klinik dokter gigi di Jl. Jend. Sudirman Bandung. Setelah saya selesai, saat akan masuk ke mobil dan mencari kunci mobil di dalam tas (yang merupakan ritual […]

Read More Antara Kampanye dan Karakter

Manusia yang Berbudaya

PERHATIAN: TULISAN INI CUKUP BERAT, DAPAT MENIMBULKAN KEPALA PUSING DAN MATA BERKUNANG-KUNANG. Menanggapi tulisan saya kemarin, seorang teman berkata “lama-lama gereja akan melarang orang berkoteka untuk masuk ke gereja”. Menurut saya, ini adalah suatu pembahasan yang sangat menarik. Saya tidak akan berpendapat apapun soal “bolehkah seorang mengenakan koteka memasuki ruangan ibadah yang besar dan nyaman […]

Read More Manusia yang Berbudaya

Antara Rundown dan Liturgi

Pagi tadi saya mencoba beribadah di gereja Injili yang memiliki liturgi gerejawi yang benar-benar teratur, mulai dari paduan suara, doa pembuka, pembacaan kitab, pujian, pengakuan iman rasuli, kotbah, dan seterusnya. Sebuah ibadah di mana jemaan duduk dan berdiri diatur dalam sebuah tulisan. Terus terang, baru pertama kali ini saya ibadah minggu di jenis gereja seperti […]

Read More Antara Rundown dan Liturgi

Holiday day 3: Negara yang ingin merdeka, film Korea dan keegoisan

Liburan hari ketiga kami dimulai dengan sarapan sekedarnya di hotel dilanjutkan dengan mengikuti city tour ke Petite France dan Nami Island. City tour kami dimulai dengan tepat waktu jam 7.50 dan dipimpin oleh seorang anak muda tampan bernama Willy yang dipanggil Wiw. Oya, Korea adalah negara dengan 4 musim, akibatnya, di musim hampir summer seperti […]

Read More Holiday day 3: Negara yang ingin merdeka, film Korea dan keegoisan

Holiday day 2: Negara si cantik yang memiliki sistem luar biasa

Hari kedua kami diawali dengan pendaratan mulus di Korea yang gerimis. Setelah melewati imigrasi, kami mengantri untuk mendapatkan pocket wi fi dari Shinsegae Duty Free yang kami sewa dan selesaikan pembayarannya di Indonesia (satu pocket wifi untuk 3 devices, harga sewanya KRW 4.000/hari atau sekitar 48.000/hari). Anda bisa mencari dan memesannya lewat internet. Satu pocket […]

Read More Holiday day 2: Negara si cantik yang memiliki sistem luar biasa

Tentang berekspresi

Saya pernah berkata bahwa budaya Indonesia (khususnya keluarga yang berasal dari Warga Negara Keturunan Tionghoa) sangat minim sekali berekspresi… Saat orang Indonesia ditanya “apa perasaanmu?” mereka hanya memiliki dua alternatif jawaban, yaitu senang atau tidak senang… Dalam kamus mereka tidak ada perasaan “kecewa” atau “terhina” atau “dicampakkan” atau “putus asa” atau perasaan-perasaan lainnya. Semua perasaan […]

Read More Tentang berekspresi

Antara Kehendak Tuhan dan “Ramalan” Pendeta

(Untuk kalangan sendiri) Heboh pilkada baru saja mencapai klimaksnya. Saat ini kondisi yang memanas ini sedang menurun menuju anti-klimaks. Masih ada sisa-sisa kemarahan di media sosial. Janji ditagih, penyesalan dicuitkan dan olok-olok dilontarkan. Namun tulisan saya kali ini tidak akan membahas mengenai Ahok atau Anies. Tiba-tiba saja saya teringat pada masa pilkada sekitar enam bulan […]

Read More Antara Kehendak Tuhan dan “Ramalan” Pendeta